Seorang bayi di Bekasi, Jawa Barat memiliki berat badan yang tidak normal seperti anak kebanyakan di usianya. Viral di media sosial, bayi Kenzi memiliki berat 26,9 kilogram (kg) di usianya yang 16 bulan. Pitriah, orang tua Muhammad Kenzi Alfaro memastikan anaknya sehat dan lincah, meski memiliki berat badan berlebih. Namun demikian, Pitriah tidak memungkiri bahwa ia memiliki rasa khawatir dengan obesitas yang menimpa Kenzi. Hanya saja, kekhawatiran itu hilang karena Kenzi tidak pernah mengalami sakit-sakitan. “Tidak sering sakit,” katanya.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Supriadinata di Cikarang mengatakan, “(Bayi Kenzi) sudah ditangani oleh petugas kesehatan kami. Dari puskesmas kemudian dirujuk ke rumah sakit dengan status peserta BPJS Kesehatan aktif.” Petugas mengetahui kondisi obesitas Kenzi setelah orang tua balita itu mendatangi Posyandu Setiamulya di Desa Pusaka Rakyat pada Desember 2022 lalu. “Orang tua balita datang ke posyandu, kemudian dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan. Saat Desember, berat balita tercatat sudah 26,9 kilogram dengan tinggi 75 sentimeter. Sedangkan saat dilahirkan, beratnya sudah 4,5 kilogram dengan tinggi 48 sentimeter,” ucapnya.
Pitriah mengatakan, setelah Kenzi dirujuk di Rumah Sakit (RS) Ananda Babelan, Kabupaten Bekasi, dokter hanya berpesan agar ia bisa menjaga pola makan anaknya. Menurut dia, dokter tidak menemukan penyakit di tubuh Kenzi. “Rekomendasinya agar dijaga pola makannya. Tidak menyampaikan penyakit,” katanya. Sejak saat itu Kenzi diharuskan melakukan rawat jalan. Meski begitu, kata dia, dokter di RS Ananda Babelan tetap memberikan rujukan ke RS Hermina Bekasi sebagai upaya menurunkan berat badan.
Bayi obesitas sendiri bukan pertama kalinya terjadi di Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pada 2018 prevalensi obesitas pada balita di dalam negeri mencapai 3,8%. Bayi obesitas sendiri bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari faktor keturunan, penyakit tertentu, hingga cara perawatan dari orang tua.
Normalnya, bayi laki-laki biasanya lebih berat dari bayi perempuan. Berdasarkan tabel berat bayi yang dirilis oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) berat badan bayi usia 12 bulan atau 1 tahun adalah 6,8–12,0 kg untuk bayi perempuan dan 7,5,–12,4 kg untuk laki-laki. Bayi dengan berat 12,0 masih dinyatakan normal, namun berada di persentil 99 atau sangat jarang terjadi, sedangkan bayi dengan berat badan di atas kisaran tersebut bisa disebut dengan kelebihan berat badan (overweight) atau obesitas. Berikut tabel berat badan bayi perempuan usia 1 tahun atau 12 bulan yang ideal menurut WHO:

Untuk bayi laki-laki usia 1 tahun berat idealnya adalah:

Semakin tinggi angka persentil, maka semakin besar pula perbandingan berat badan anak dengan anak lainnya yang berusia dan berjenis kelamin sama. Sebagai contoh, anak laki-laki berusia 12 bulan berada di persentil ke-75. Itu berarti 75 persen bayi laki-laki di usia tersebut memiliki berat badan lebih ringan daripada beratnya. Sebaliknya, 15 persen dari anak laki-laki pada usia tersebut memiliki berat badan yang lebih berat.
Dokter anak dan konselor laktasi di Rumah Sakit Umum Krida, Leonirma Tengguna, mengingatkan orangtua yang memiliki bayi dengan berat badan berlebih. Dia menyebut beberapa bahaya yang akan muncul bagi balita yang menderita obesitas, seperti darah tinggi, penyakit jantung, kencing manis, gangguan nafas saat tidur, stroke, gangguan ginjal, kolesterol tinggi, perlemakan hati, pubertas dini, dan masih banyak lagi. “Selain penyakit fisik, penelitian menunjukkan sebanyak 28 persen anak yang obesitas mengalami masalah kejiwaan seperti gangguan emosi, depresi, kecemasan menarik diri dan lain sebagainya,” imbuhnya.
Sumber:
https://rejabar.republika.co.id
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








