Militer Israel membunuh 15 warga Palestina, dalam serangan terbaru di Jalur Gaza. Sebanyak 40 jet tempur berpartisipasi dalam pengeboman lokasi yang berbeda di kantong yang terkepung, tepat setelah pukul 02.00 dini hari waktu setempat (9/5). Serangan udara lain menargetkan sebuah kendaraan di kota Qarara di Khan Yunis pada sore hari.
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan setidaknya empat anak, lima perempuan, seorang dokter gigi, dan keluarganya termasuk di antara korban yang tewas. Sebanyak 22 orang lainnya terluka, termasuk tiga anak dan tujuh perempuan, beberapa di antaranya dalam kondisi serius dan kritis.
Dalam serangan udara terpisah, lebih dari 15 jam kemudian, dua orang tewas dalam penembakan yang menargetkan sebuah kendaraan di Qarara dekat pagar timur yang memisahkan Gaza dan Israel, menurut kementerian kesehatan Palestina. Identitas mereka masih belum teridentifikasi.
Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan bahwa militer, yang bekerja sama dengan dinas intelijen Shin Bet, telah menargetkan pimpinan perlawanan Palestina di Gaza dalam operasi yang “tepat”. Tak lama setelah serangan udara awal, militer Israel mengakui serangan itu, yang disebutnya “Operasi Perisai dan Panah”. Sementara itu, mengomentari serangan kedua pada sore hari, militer Israel mengatakan mereka menyerang sel peluru kendali anti-tank.
Karena takut akan serangan balasan dari kelompok Palestina, kota-kota Israel di dekat perbatasan dengan Gaza membuka tempat perlindungan bom umum dan puluhan keluarga meninggalkan rumah mereka, pindah ke bagian lain negara itu. Jalan dekat Gaza dan pantai di kota Ashkelon dan Ashdod di Israel selatan telah ditutup.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








