Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengumumkan pada Jumat (2/8) bahwa situasi kemanusiaan di Tepi Barat yang dijajah memburuk setiap hari. Mereka juga menyerukan untuk diakhirinya operasi militer Israel di Tepi Barat.
Pernyataan itu diunggah pada akun X (Twitter) milik agensi PBB tersebut.
“Kamp Nur Shams dan Tulkarm menderita kekurangan air dan pemadaman listrik,” katanya, seraya menambahkan, “Operasi Pasukan Keamanan Israel terus menyebabkan kerusakan dan mengancam nyawa orang-orang di daerah tersebut. Perang diam-diam ini harus diakhiri.”
Bertepatan dengan dimulainya agresi yang menghancurkan di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023, tentara Israel memperluas operasi militernya di Tepi Barat, khususnya di wilayah utara Tepi Barat.
Puluhan operasi militer Israel mengakibatkan kerusakan signifikan terhadap infrastruktur kota Jenin dan kamp pengungsiannya, serta Tulkarm dan kamp pengungsiannya. Kerusakan tersebut meliputi penggalian dan vandalisme terhadap jaringan jalan, air, listrik, dan pembuangan limbah.
Bersamaan dengan agresinya di Gaza, tentara Israel meningkatkan serangannya di Tepi Barat, termasuk Al-Quds (Yerusalem) bagian timur, yang membunuh 594 warga Palestina, termasuk 144 anak-anak. Israel juga melukai 5.400 orang dan menangkap 9.890 orang, menurut sumber resmi Palestina.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








