UNRWA memperingatkan bahwa kondisi sanitasi di Gaza semakin memburuk setiap harinya. Pengumpulan sampah terhenti di Gaza di tengah serangan Israel. Sementara itu, polio merebak awal bulan ini, yang mendorong kampanye vaksinasi besar-besaran oleh WHO.
“Kondisi sanitasi di Gaza makin memburuk dari hari ke hari. Serangga dan hewan pengerat dapat menyebarkan penyakit, mengancam kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat,” kata UNRWA dalam sebuah posting di X (Twitter) pada Selasa (17/9).
Dalam pembaruannya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) PBB juga mengatakan bahwa sabun batangan seberat 75 gram mencapai harga 10 Dolar AS di Gaza, sementara sampo, deterjen, dan cairan pencuci piring tidak lagi tersedia di pasaran.
Kurangnya perlengkapan kebersihan ini “secara tidak proporsional memengaruhi anak-anak, wanita hamil, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah,” kata WHO, menggarisbawahi bahwa mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit yang terkait dengan kondisi sanitasi yang buruk, seperti diare, infeksi saluran pernapasan, kudis, dan infeksi kulit lainnya.
Pada Senin (16/9), Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam perlakuan Israel selama agresi di Jalur Gaza.
“Ini tak terbayangkan, tingkat penderitaan di Gaza, serta tingkat kematian dan kehancurannya tidak ada bandingannya dengan apa yang pernah saya saksikan sejak menjadi sekretaris jenderal,” kata Guterres kepada Agence France-Presse (AFP).
“Tidak ada yang membenarkan hukuman kolektif terhadap rakyat Palestina, tetapi itulah yang kita saksikan secara dramatis di Gaza,” tambahnya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








