Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan pada Kamis (1/8) bahwa anak-anak Gaza mengalami kekejaman yang tak tergambarkan.
“Mereka hidup dalam trauma dan keterkejutan akibat 300 hari perang, pengungsian, kehilangan, dan penderitaan,” kata Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini dalam sebuah postingan di platform X (Twitter).
“Mereka menyaksikan apa yang tidak seharusnya disaksikan oleh anak-anak”, tambahnya.
UNRWA meluncurkan program pembelajaran bagi anak-anak yang trauma di daerah kantong yang dilanda perang.
“Langkah pertama dalam perjalanan yang jauh lebih panjang ini berfokus pada kegiatan yang akan memberi anak-anak perlindungan dari kengerian yang terus mereka alami,” kata Lazzarini.
“Guru-guru kami (UNRWA) memberikan secercah cahaya di tengah kegelapan melalui aktivitas olahraga, seni, drama, permainan yang menciptakan ruang untuk bersatu kembali dengan teman-teman, serta mendapatkan teman-teman baru,” tambahnya..
Mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, Israel telah menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutalnya yang berkelanjutan di Gaza sejak 7 Oktober 2023..
Hampir 39.500 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan lebih dari 91.000 terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.
Mendekati 10 bulan agresi genosida Israel, sebagian besar wilayah Gaza masih hancur di tengah blokade yang melumpuhkan terhadap makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Israel dituding melakukan genosida di Mahkamah Internasional, yang putusan terakhirnya memerintahkan Israel untuk segera menghentikan operasi militernya di kota selatan Rafah, tempat lebih dari 1 juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum diinvasi pada 6 Mei.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








