“Sekitar 625.000 anak, termasuk 300.000 siswa UNRWA, telah kehilangan satu tahun ajaran,” kata Philippe Lazzarini, Komisaris Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA), di platform media sosial X (Twitter). pada hari Rabu (14/8).
“Empat dari lima gedung sekolah di Gaza telah terkena dampak langsung atau rusak. Mereka perlu dibangun kembali atau diperbaiki agar bisa digunakan sebagai sekolah,” tambah Lazzarini.
Hampir 70% sekolah UNRWA telah terkena dampak, ia menyoroti ketidakpedulian yang mencolok terhadap hukum humaniter internasional. “95% dari sekolah-sekolah ini digunakan sebagai tempat penampungan bagi para pengungsi ketika mereka terkena serangan.”
Pejabat PBB tersebut juga menunjukkan bahwa agresi ini juga memengaruhi puluhan ribu anak di Tepi Barat.
Semakin lama anak-anak tidak bersekolah, semakin sulit bagi mereka untuk mengejar ketertinggalan pelajaran, ia menyimpulkan.
Sebanyak 9.936 pelajar telah terbunuh dan 15.897 lainnya terluka sejak dimulainya agresi Israel di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023, menurut Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi.
Sumber:
https://english.wafa.ps/Pages/Details/148081
https://english.palinfo.com/news/2024/08/15/323756/
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








