Mogok Makan Tawanan Palestina Sebagai Aksi Menolak Ketidakadilan – Komisi Urusan Tawanan mengatakan bahwa tujuh tawanan Palestina di penjara Israel saat ini terus melakukan mogok makan sebagai bentuk protes atas penahanan administratif yang tidak adil.
Tujuh tawanan tersebut, yaitu :
– Kayed Fasfous, (102 hari)
– Miqdad Qawasmeh (95 hari)
– Alaa Aaraj (78 hari)
– Hesham Abu Hawwash (69 hari)
– Shadi Abu-Akr (61 hari)
– Ayyad Hureimi (32 hari)
– Raafat Abu Rabee (8 hari)

Kayed Fasfous dan Miqdad Qawasmeh saat ini dirawat di rumah sakit setelah kondisi kesehatan mereka memburuk secara serius. Mereka menuntut diakhirinya penahanan mereka yang dilakukan tanpa tuduhan atau pengadilan, bahkan pengacara mereka tidak diizinkan melihat berkas-berkas mereka
Pada Kamis (21/10), para ahli dari PBB menyatakan kekhawatiran yang besar atas kehidupan para tawanan yang melakukan mogok makan. Mereka meminta Israel untuk membebaskan atau menuntut para tawanan secara hukum, dan untuk sepenuhnya mengakhiri praktik penahanan administratif yang melanggar hukum
Sumber : Wafa
***
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







