• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Tragedi Tantura dan Fakta Sejarah yang Dikaburkan

by Adara Relief International
Februari 8, 2022
in Artikel, Jelajah
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Tragedi Tantura dan Fakta Sejarah yang Dikaburkan
576
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa telah ditemukan kuburan massal di Desa Tantura pada Kamis (20/01). Kuburan tersebut ‘disembunyikan’ di bawah tempat parkir Pantai Dor, sebelum akhirnya ditemukan. Sedikitnya 200 warga Palestina yang dibantai oleh Zionis ketika peristiwa Nakba 1948 diduga dikubur dalam kuburan tersebut.

Menurut para sejarawan Palestina, tragedi Tantura terjadi pada malam 22—23 Mei 1948. Ketika itu, penduduk Desa Tantura ditembak oleh pasukan Zionis dengan brutal, sebagai bentuk ‘pembalasan dendam’ atas tewasnya 8 pasukan zionis ketika peristiwa Nakba. Menyikapi penemuan kuburan tersebut, Otoritas Palestina segera memerintahkan dilaksanakannya penyelidikan mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Tantura.

Layaknya kuburan di Pantai Dor yang ‘disembunyikan’ berpuluh tahun lamanya, tragedi Tantura seakan menjadi sejarah kelam yang sengaja ‘dikubur’ dalam-dalam oleh zionis. Suara-suara penduduk Palestina yang menyampaikan fakta mengenai tragedi Tantura dianggap sebagai dongeng belaka. Barulah ketika warga Israel sendiri yang angkat bicara, dunia lantas menoleh dan percaya bahwa hal tersebut nyata.

Makam di Pantai Dor yang di bawahnya terdapat kuburan penduduk Desa Tantura
Sumber : https://www.middleeasteye.net/opinion/israel-palestine-no-longer-bury-tantura-massacre

Ilan Pappe merupakan salah satu sejarawan Israel yang ‘membuka’ fakta mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Tantura. Pada akhir tahun 1990-an, Pappe merupakan salah satu pengajar di Universitas Haifa. Salah satu mahasiswa yang ia bimbing adalah Teddy Katz—yang saat itu memutuskan untuk menulis tesis tentang peristiwa Nakba 1948. Melalui penelitiannya, Katz telah mengungkapkan bahwa pada 1948, sekitar 200 penduduk Desa Tantura ditembak secara brutal sebagai ‘pembalasan dendam’ akibat tewasnya sekitar 8 tentara zionis.

Namun, tesis Teddy Katz yang ditulis secara ilmiah dan didukung oleh data-data yang valid justru dianggap sebagai ‘pencemaran nama baik’. Lebih buruk lagi, thesisnya diberi nilai rendah dan dihapus dari perpustakaan. Kebenaran yang disuarakan oleh Katz justru membuatnya dikucilkan oleh orang-orangnya sendiri, mengakibatkan stres berkepanjangan yang membuatnya terserang stroke sebanyak dua kali dan harus bergantung dengan kursi roda sepanjang hidupnya.

Ilan Pappe selaku pembimbingnya telah berusaha semaksimal mungkin menuntut keadilan bagi Katz. Sejak awal tahun 2000-an, Pappe selaku dosen, tetap aktif melakukan kampanye dan menerbitkan artikel untuk menyampaikan apa yang terjadi di Tantura kepada masyarakat dunia. Usaha-usaha ini membuat Pappe kehilangan pekerjaannya sebagai dosen di Universitas Haifa pada 2008. Tidak hanya itu, Pappe dan Katz dituduh sebagai ‘pengkhianat’ dan mahasiswa dilarang sama sekali untuk membaca apalagi menjadikan karya-karya mereka sebagai rujukan. Tulisan-tulisan Pappe dan Katz ‘dihapus’ dari perpustakaan, layaknya Zionis ‘menghapus’ penduduk Palestina ketika peristiwa Nakba.

Setelah usaha melalui tulisan tidak berhasil, seorang pembuat film bernama Alon Schwarz membuat film dokumenter berjudul Tantura. Film ini menampilkan kesaksian dari mantan tentara Israel yang menyaksikan langsung tragedi yang terjadi di Tantura.

Moshe Diamant, salah satu veteran Israel mengatakan, “Hal itu tidak boleh diberi tahu, itu bisa menyebabkan seluruh skandal. Saya tidak ingin membicarakannya, tetapi itu terjadi. Apa yang bisa kau lakukan? Itu telah terjadi.” Sementara seorang veteran lain yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, “Tidak baik mengatakan ini, (tapi) mereka memasukkan (para korban) ke dalam tong dan menembaknya. Saya ingat darah di dalam tong tersebut.”

Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan bahwa fakta Nakba terus-menerus  sengaja dikaburkan oleh pemerintah Israel untuk mengubur kebenaran akan kejahatan dan pembantaian yang mereka lakukan terhadap penduduk Palestina. Kejahatan Zionis tidak berhenti pada 1948, tetapi terus berlanjut hingga saat ini, dengan berbagai tindakan yang sangat tidak berperikemanusiaan.

Tragedi Tantura hanyalah satu di antara tragedi-tragedi lain yang ‘dikubur’ dalam-dalam oleh Israel di balik agenda-agenda mereka. Pembantaian-pembantaian yang terus mereka tutupi, menunjukkan betapa takutnya mereka akan terbongkarnya kesalahan-kesalahan lainnya. Mereka takut mata dunia internasional akan semakin terbuka dengan tindakan apartheid yang telah mereka lakukan sejak lama terhadap penduduk Palestina.

Salah satu bentuk ketakutan mereka adalah ketika Sekretaris Jenderal Amnesti Internasional (AI), Agnes Callamard, mengatakan bahwa Israel telah menolak untuk melakukan diskusi dengan mereka. Meskipun demikian, Callamard mengatakan bahwa organisasinya akan melakukan apa saja demi menyebarluaskan aksi apartheid Israel terhadap Palestina.

Setelah mengetahui apa yang telah dilakukan oleh zionis terhadap penduduk desa Tantura dan Palestina secara keseluruhan, kita hanya memiliki dua pilihan: menutup mata dan membiarkan kebenaran terus terkubur, atau mengungkap kebenaran tersebut dan menyampaikannya ke sebanyak mungkin orang. Sebab satu suara dari kita sangat berarti. Kebenaran tidak boleh dibungkam, apartheid harus dihentikan.

 

Salsabila Safitri, S.Hum.

Penulis merupakan Staf Departemen Penelitian dan Pengembangan Adara Relief International yang mengkaji tentang realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan. Ia merupakan lulusan sarjana  jurusan Sastra Arab, FIB UI.

 

Sumber :

https://qudsnen.co/34021-2/

https://english.palinfo.com/news/2022/1/22/Israeli-Veterans-Finally-Admit-to-Mass-Killing-in-Tantura

https://www.middleeasteye.net/opinion/israel-palestine-no-longer-bury-tantura-massacre

Baca Juga

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Pemusnahan Umat Kristen: Bentuk Pembersihan Etnis Zionis yang Tak Pandang Bulu

https://www.timesofisrael.com/tantura-director-israelis-have-been-lied-to-for-years-about-alleged-1948-massacre/

https://www.aljazeera.com/news/2022/1/22/palestinians-call-for-probe-into-israeli-massacres-in-tantura

https://www.haaretz.com/opinion/.premium-palestinians-have-talked-about-the-tantura-massacre-but-a-jewish-film-made-it-fact-1.10565816

https://www.haaretz.com/opinion/.premium-the-ghosts-of-tantura-1.10558131

https://www.aa.com.tr/en/middle-east/palestine-calls-for-investigation-into-israeli-massacres-in-tantura/2482581

***

Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

ShareTweetSendShare
Previous Post

Tawanan yang Menderita Kanker Memerlukan Perawatan Medis yang Serius

Next Post

Al-Qastal: Israel Telah Menangkap 220 Warga Palestina di Al-Quds selama Januari 2022

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

by Adara Relief International
Januari 14, 2026
0
23

Jika aku meninggal, aku ingin kematian yang menggemparkan Aku tidak ingin hanya menjadi berita utama,  atau sekadar angka dalam sebuah...

Read moreDetails
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
71
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Pemusnahan Umat Kristen: Bentuk Pembersihan Etnis Zionis yang Tak Pandang Bulu

Pemusnahan Umat Kristen: Bentuk Pembersihan Etnis Zionis yang Tak Pandang Bulu

Januari 7, 2026
30
Tawanan Palestina di penjara Sde Teiman (The Guardian)

Dari Tashrifeh Hingga Pembantaian: Penjara Israel Menjelma Neraka Bagi Tawanan Palestina

Desember 15, 2025
57
Seorang ibu di Gaza menunjukkan foto anaknya sebelum kakinya diamputasi karena serangan Israel (The New Arab)

“Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza

Desember 5, 2025
59
Next Post
Al-Qastal: Israel Telah Menangkap 220 Warga Palestina di Al-Quds  selama Januari 2022

Al-Qastal: Israel Telah Menangkap 220 Warga Palestina di Al-Quds selama Januari 2022

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630