fbpx

Tolak Segala Bentuk Rasisme

Adara Relief- Jakarta: Tanggal 21 Maret jatuh sebagai hari penghapusan rasisme sedunia yang diawali oleh temuan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Afrika Selatan atas adanya peristiwa pembantaian oleh para polisi terhadap pada demonstran yang sedang berdemo dengan damai. Peristiwa tersebut terjadi di Sharpeville, Afrika Selatan, tepat hari ini, 21 Maret pada tahun 1960. (tirto.id/sejarah-hari-penghapusan-rasial-sedunia-diperingati-tiap-21-maret-)

Rasisme pada dasarnya adalah prasangka dan diskriminasi terhadap orang-orang dari ras tertentu. Meskipun upaya mengatasi rasisme radikal terus dilakukan, namun praktek rasisme nyatanya masih banyak terjadi di beberapa bagian dunia. Salah satunya adalah di negara yang mereka sebut “Israel”. Sebagai bangsa paling rasis keempat sedunia seperti dilansir listovative.com/ Israel dengan paham zionismenya telah melakukan banyak kejahatan terhadap rakyat Palestina. Rakyat Palestina yang merupakan penduduk asli dipaksa mengungsi dari tanah air mereka sendiri dengan berbagai perlakuan yang terbilang kejam.

Praktek-praktek rasisme Zionis terhadap warga Palestina di antaranya adalah penjajahan Israel atas tanah Palestina yang melanggar konvensi internasional yang diakui, perampasan tanah dan pemukimana ilegal. Data tahun 2017, Israel telah mendirikan 237 pemukiman untuk menampung sekitar 580.000 pemukim.

Israel juga melakukan pengusiran paksa dan membatalkan legalitas kediaman lebih dari 130.000 warga Palestina di Tepi Barat dan 14.565 warga Palestina di Yerusalem Timur sejak 1967, dengan dalih bahwa mereka telah lama pergi.
Israel menerapkan hukum sipil kepada pemukim (pendatang Israel yang kemudian tinggal di tanah Palestina), dan memberi mereka perlindungan hukum, hak, dan bantuan yang tidak diberikan kepada warga Palestina asli yang tinggal di daerah yang sama dan yang berada dalam wilayah hukum militer Israel. Israel memberi pemukim infrastruktur, layanan, dan dukungan hal yang tidak diberikan kepada warga Palestina, sehingga menciptakan dan memperkuat sistem hukum, aturan, dan layanan yang terpisah dan tidak adil.

Israel juga membangun tembok pemisah rasial, yang telah diputus oleh Pengadilan Internasional di Den Haag pada tahun 2004 bahwa tembok tersebut secara jelas melanggar hukum internasional.

Praktek rasisme lainnya antara lain pembunuhan di luar hukum dan kejahatan perang di mana pasukan Israel dalam tiga konflik terakhir di Gaza (2009-2008, 2012, 2014) saja, telah menewaskan lebih dari 2.000 warga sipil Palestina. Selain itu, masih banyak serangan-serangan lain yang menewaskan warga sipil termasuk anak-anak, perempuan dan tim medis. Di Tepi Barat, pasukan keamanan Israel atas nama keamaan secara rutin menggunakan kekuatan berlebihan, atau menggunakan amunisi hidup untuk membunuh dan secara serius melukai ribuan demonstran, pelempar batu dan lainnya.

Pihak berwenang Israel juga telah memenjarakan ratusan ribu warga Palestina sejak 1967, sebagian besar dari mereka setelah diadili di pengadilan militer, dengan vonis 100%. Selain itu, ratusan orang dikenakan penahanan administratif setiap tahun berdasarkan bukti rahasia tanpa dituntut atau diadili. Beberapa ditahan atau dipenjara karena terlibat dalam aktivitas tanpa kekerasan. Israel juga memenjarakan tahanan Palestina di Tepi Barat dan Gaza di dalam Israel, yang menciptakan pembatasan ketat pada kunjungan keluarga dan melanggar hukum internasional yang mengharuskan mereka ditahan di dalam wilayah pendudukan. Banyak tahanan, termasuk anak-anak di bawah umur, menghadapi kondisi parah dan perlakuan buruk.

Dari sekian daftar praktek rasisme Israel dengan paham zionismenya akankah kita tinggal diam?

Dikutip dari berbagai sumber

Tolak Segala Bentuk Rasisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas