Istanbul – Adara Relief International berkesempatan untuk melakukan presentasi program kepemudaannya di forum international pada Kamis (11/12) lalu.
Salah satu Tim Basmah yang diutus oleh Adara Relief sekaligus mewakili Indonesia, Fitriyah Nur Fadhilah, mempresentasikan Saladin Mission Leadership Program, di depan para peserta Konferensi International untuk Al Quds dan Palestina.

Konferensi ini dihadiri oleh 50 negara, namun hanya 7 negara yang terpilih yang mempresentasikan proyek kepalestinaan yang merupakan hasil dari pelatihan Basmah.
Basmah sendiri merupakan suatu training kepemimpinan untuk para pemudi yang diadakan oleh Global Women Coalition for Al Quds and Palestine. Pelatihan ini diikuti 48 peserta dari 16 negara yang berbeda dan sudah dimulai sejak tahun 2020 hingga tahun 2021 ini. Tugas akhir di training ini adalah membuat sebuah program inovatif untuk Al Quds dan Palestina.
Untuk tim dari Indonesia, yang beranggotakan Fitriyah Nur Fadilah, Iffa Abida dan Izzatur Rifda mencetuskan inovasi program yang dinamakan “Saladin Mission Leadership Program”. Sedangkan dari negara-negara lain, ada program berupa podcast, pembentukan halaqah Al Quran, pembuatan buku-buku pelajaran tentang Al Aqsa dan Palestina untuk anak-anak, dan beberapa program menarik lainnya.
“Leader are made, not born”, adalah tagline yang diangkat pada program Saladin Mission ini. Tim Basmah Indonesia berharap dengan adanya program ini, muncul generasi-generasi pemimpin yang dapat membebaskan Palestina dan membangkitkan peradaban muslim.






![Konferensi pers Palestine Festival yang diselenggarakan di Gudskul, Jagakarsa, pada Ahad [30/11] sebagai rangkaian menuju event kemanusiaan akhir tahun 2025. Acara ini memperkenalkan teater bertema keteguhan rakyat Gaza dalam menghadapi genosida. Konferensi pers turut dihadiri para pemain teater: David Chalik, Bella Fawzi, Robert Chaniago, dan Cholidi Asadil Alam.](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/12/DSC00773-120x86.jpg)

