JAKARTA — Pada Selasa, (10/09) Adara Relief International telah menyalurkan bantuan sembako dan air bersih untuk 179 keluarga yatim dan terdampak agresi Israel di Kamp Nur Syam, Tulkarem, Tepi Barat.

Saat dunia geram dengan genosida mengerikan yang terjadi di Jalur Gaza, Israel memanfaatkan kurangnya perhatian global di Tepi Barat untuk menyerang dan membunuh ratusan warga Palestina, merampas lebih banyak tanah warga Palestina, dan menangkap warga Palestina dengan sewenang-wenang di Tepi Barat yang diduduki.
Kementerian Luar Negeri Palestina juga mengeluarkan pernyataan bahwa Israel memindahkan tindakan brutalnya dari Jalur Gaza ke Tepi Barat. Hal ini dibuktikan dengan masifnya serangan Israel di Jenin, Tulkarem, dan kamp-kamp pengungsinya.
Pada 28 Agustus 2024, Israel meluncurkan operasi militer yang dinamai “Operation Summer Camp” di Tepi Barat. Operasi ini merupakan invasi militer terbesar yang pernah terjadi di Tepi Barat utara dalam lebih dari dua dekade. Di Jenin, pasukan Israel pertama kali bergerak ke kota tersebut sebelum melakukan pengepungan besar-besaran di kamp pengungsi dalam beberapa jam; tentara secara bersamaan melakukan operasi di Tubas, Nablus, Ramallah, dan Tulkarem. Serangan tersebut membuat 70% jalanan di Jenin hancur, 80% akses air terputus, dan mengakibatkan kerugian sebesar 135,2 juta dollar AS.
Serangan Israel berdampak parah pada warga sipil Palestina di Jenin. Pasokan air dan listrik terputus, sementara banyak keluarga terjebak di rumah mereka. Ambulans yang membawa korban luka pun terhambat dalam perjalanan menuju rumah sakit terdekat.
Menanggapi hal itu, Adara sebagai lembaga kemanusiaan merespon cepat kebutuhan mendesak warga Palestina terdampak serangan penjajah Israel yang berada di Kamp Nur Syam, Tulkarem, Tepi Barat dengan mengirimkan bantuan sembako untuk 130 keluarga yatim dan keluarga terdampak di kamp tersebut. Bantuan sembako ini bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga terdampak selama kurang lebih satu bulan.
Selain itu Adara juga menyalurkan bantuan air bersih untuk 49 keluarga dengan menggunakan mobil tangki yang langsung datang ke lokasi para korban terdampak. Masing-masing keluarga mendapatkan sekitar 1.500 liter air. Sebanyak 895 orang dapat merasakan manfaat dari kedua bantuan tersebut.
Bantuan ini bukan yang pertama kali Adara kirimkan ke kamp pengungsian Nur Syam yang terletak di Tulkarem. Pada bulan April lalu ketika penjajah Israel mengepung kamp pengungsian tersebut, Adara juga mengirimkan bantuan sembako dan obat-obatan sebagai respon pertama Adara terhadap krisis kemanusiaan yang mereka alami.
Semoga bantuan ini menguatkan keberadaan mereka di sana dan menjadi alasan bagi mereka untuk tidak meninggalkan Palestina. Adara juga berkomitmen akan terus mengirimkan bantuan kemanusiaan baik untuk warga Gaza, Tepi Barat maupun wilayah lain yang terdampak penjajahan Israel.





Terima kasih Sahabat Adara dan seluruh masyarakat yang telah mengirimkan bantuan untuk warga Palestina yang berada di Palestina melalui Adara Relief International. Adara terus mengajak masyarakat Indonesia untuk bergerak menggalang dukungan dan donasi sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meringankan beban warga Palestina di tengah krisis kemanusiaan hingga mereka dapat bangkit kembali.








