Otoritas Israel telah memulai salah satu perampasan tanah terbesar di utara Ramallah di Tepi Barat untuk memperluas permukiman ilegal di daerah tersebut. Ghassan Daghlas, pejabat yang memantau kegiatan permukiman kolonial di Tepi Barat utara, mengatakan bahwa pasukan menyita lebih dari 1.480 dunum (1.480.000 meter persegi) tanah di sekitar permukiman kolonial Shilo. Tanah tersebut termasuk desa Qaruyout, Jalud, Turmusayya dan al-Mughayyir, yang semuanya terletak di antara kota Ramallah dan Nablus di Tepi Barat.
Kemudian, dia menunjukkan bahwa langkah ini adalah perampasan tanah terbesar yang bertujuan untuk memperluas permukiman kolonial dan pos-pos yang mengelilingi desa-desa. Tindakan ini datang sesuai perintah militer yang berasal dari otoritas Israel pada 14 April. Dia menambahkan bahwa pemilik tanah Palestina telah Israel tolak aksesnya ke tanah mereka.
Israel telah menjadwalkan pengambilalihan tanah sebagai awal untuk memperluas permukiman kolonial Amichai hingga tiga kali ukurannya saat ini. Tindakan tersebut juga bertujuan untuk melegalkan pos kolonial Adi Ad dan mencaploknya ke permukiman sebelumnya.
Sumber:
https://english.wafa.ps/Pages/Details/130040
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








