Pasukan Israel menewaskan setidaknya tujuh warga Palestina dalam sebuah serangan di Kota Qabatiya di Tepi Barat, dengan rekaman video yang menunjukkan tentara mendorong mayat dari atap.
Militer menyerbu Qabatiya pada Kamis (19/9), menggunakan buldoser, jet tempur, dan drone selama berjam-jam. Kantor berita Palestina Wafa mengonfirmasi pada Jumat (20/9) bahwa terdapat tujuh orang yang terbunuh. Rekaman video yang diverifikasi oleh Al-Jazeera menunjukkan tentara mendorong seseorang yang tampaknya sudah tak bernyawa dari atap sebuah bangunan yang sebelumnya mereka kepung dan serang dengan granat senapan anti tank. Salah satu tentara terlihat jelas menendang salah satu mayat hingga jatuh.
Dalam sebuah unggahan di X, Kementerian Luar Negeri Palestina menggambarkan tindakan tersebut sebagai “kejahatan” yang menunjukkan “kebrutalan” tentara Israel.
Wafa melaporkan pada Jumat (20/9) bahwa tentara Israel telah melempar tiga pria dari gedung tersebut, setelah sebelumnya menembak mereka di atas atap, dan kemudian buldoser militer membawa pergi mayat mereka.
Mustafa Barghouti, Sekretaris Jenderal Inisiatif Nasional Palestina, mengatakan kepada Al-Jazeera bahwa rekaman tersebut menunjukkan “perilaku yang benar-benar biadab dan tidak manusiawi.” Barghouti mengatakan dia tidak yakin tentara memeriksa apakah orang-orang yang mereka lempar dari atap “masih hidup atau tidak.”
Menurut hukum internasional, tentara seharusnya memastikan bahwa mayat, termasuk dari pihak musuh, diperlakukan dengan layak. Militer Israel, yang mengklaim telah membunuh empat pria bersenjata Palestina selama bentrokan, mengakui bukti video tentang pelanggaran tersebut dan mengatakan bahwa insiden itu sedang ditinjau.
“Ini adalah insiden serius yang tidak sesuai dengan nilai-nilai [tentara Israel] dan apa yang diharapkan dari tentara kami,” kata mereka dalam sebuah pernyataan.
Shawan Jabarin, direktur kelompok hak asasi Palestina Al-Haq, mengatakan dia meragukan Israel akan menyelidiki insiden tersebut dengan benar. “Yang paling mungkin terjadi adalah tentara akan didisiplinkan, tetapi tidak akan ada penyelidikan nyata dan tidak ada penuntutan yang sebenarnya,” kata Jabarin.
“Rekaman yang kita lihat mengerikan dan menyebar luas di Palestina. Namun pada akhirnya, warga Palestina tidak terkejut. Israel memiliki catatan panjang tidak menghormati jenazah warga Palestina yang mereka bunuh,” kata Leila Warah, melaporkan dari Ramallah, saat serangan di seluruh wilayah masih berlangsung pada hari Jumat (20/9).
Sumber: https://www.aljazeera.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








