Tentara Israel memaksa tiga keluarga Palestina di dua desa dekat kota Jenin, utara Tepi Barat, untuk meninggalkan rumah mereka, dan mengubahnya menjadi barak militer.
Kantor berita tersebut mengutip pernyataan pemilik rumah, Yaser Yasin (61 tahun), mengatakan bahwa tentara mendobrak rumahnya, memaksa keluarganya pergi, lalu mengubahnya menjadi barak.
Dalam insiden serupa lainnya, tentara Israel juga mengusir dua keluarga – dipimpin oleh Abdelsalam Zeid dan Mohammad – yang tinggal di sebuah bangunan dua lantai di Desa Nazlet Zeid, untuk keluar dari rumah mereka dan mengubah rumah tersebut menjadi barak militer.
Tentara Israel belum berkomentar, tetapi ini bukan pertama kalinya tentara secara paksa mengubah rumah-rumah Palestina menjadi barak atau titik pengintaian.
Selama beberapa tahun terakhir, militer Israel telah melakukan serangan rutin di Tepi Barat. Serangan ini meningkat dengan dimulainya agresi di Gaza pada 7 Oktober lalu. Warga Palestina juga telah diserang dengan kekerasan oleh pemukim ilegal Israel.
Setidaknya 722 warga Palestina telah terbunuh dan hampir 6.000 lainnya terluka oleh tembakan senjata tentara Israel di wilayah yang diduduki, menurut Kementerian Kesehatan yang berkedudukan di Tepi Barat.
Dalam pendapat penting pada 19 Juli, Mahkamah Internasional menyatakan bahwa pendudukan Israel selama puluhan tahun di tanah Palestina adalah “ilegal” dan menuntut evakuasi semua permukiman yang ada di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) bagian timur.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








