Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan tentara Israel di Gaza melepaskan tembakan “tanpa alasan dan tanpa perintah militer” saat merayakan hari raya Yahudi, Purim. Laporan ini disampaikan oleh penyiar publik Israel, KAN, pada Sabtu (15/03).
Dalam rekaman yang diterbitkan oleh penyiar tersebut, seorang komandan batalion terlihat mengenakan topi badut sambil membaca sebuah bagian dari Taurat, sebelum tentara lainnya mulai menembak secara acak. Para tentara yang terlibat diidentifikasi sebagai anggota Batalion 7015 dan terindikasi melanggar “aturan keterlibatan dan disiplin militer.” Setelah video tersebut viral, pimpinan militer Israel memutuskan untuk mencopot sejumlah tentara dari posisinya dan mengambil tindakan disipliner terhadap mereka.
Sejak melancarkan serangan ke Gaza pada Oktober 2023, tentara Israel telah beberapa kali mengunggah video yang menunjukkan tindakan destruktif, termasuk penghancuran bangunan dan rumah-rumah warga Palestina. Rekaman lain juga memperlihatkan tentara Israel yang mengejek serta merusak properti Palestina di dalam rumah-rumah mereka yang telah hancur.
Dalam konteks lain, tahap pertama kesepakatan selama enam pekan telah berakhir pada awal Maret, tetapi Israel menolak melanjutkan ke tahap kedua yang mencakup pertukaran tawanan lebih lanjut dengan Hamas. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menghambat negosiasi tahap kedua dan berupaya memperpanjang periode awal pertukaran tawanan agar dapat membebaskan lebih banyak sandera Israel tanpa memenuhi kewajiban militer dan kemanusiaan yang telah disepakati.
Sementara itu, Hamas berulang kali menegaskan komitmennya terhadap gencatan senjata dan mendesak para mediator untuk menekan Israel agar mematuhi perjanjian serta segera melanjutkan negosiasi.
Sejak Oktober 2023, lebih dari 48.500 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah terbunuh akibat serangan Israel di Gaza. Kampanye militer Israel telah meninggalkan wilayah tersebut dalam kondisi porak poranda.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








