Seorang remaja Palestina berusia 17 tahun dibunuh oleh tentara Israel saat dalam perjalanan ke sekolah pada Senin (21/11). Mahmoud Abdel-Jalil al-Saadi (17), terkena tembakan di perut selama serangan Israel di kota Jenin, Tepi Barat, menurut kementerian kesehatan Palestina. Media Palestina melaporkan bahwa lima orang lainnya terluka setelah baku tembak meletus antara pejuang bersenjata dan tentara Israel.
“Seorang warga sipil meninggal di Jenin karena luka kritis setelah perutnya terkena peluru pendudukan [Israel],” lapor kementerian dalam sebuah pernyataan. Kementerian mengatakan bahwa Saadi, seorang siswa sekolah menengah, sedang dalam perjalanan ke sekolah ketika dia terjebak dalam serangan tersebut. Dia segera mendapat perawatan di unit perawatan intensif di dekat rumah sakit Ibnu Sina, namun nyawanya tidak tertolong.
Sebelumnya, petugas Israel menyerbu lingkungan Al-Hadaf di Jenin dan mengepung rumah Ratib al-Bali sebelum menangkapnya. Tentara Israel mengatakan sedang berusaha untuk menangkapnya selama operasi tersebut.
Warga Palestina berkumpul dan membawa tubuh Saadi melalui jalan-jalan di Jenin. Kematiannya terjadi di tengah lonjakan kekerasan Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat pada tahun ini dan kebangkitan perlawanan bersenjata Palestina. Pasukan dan pemukim Israel telah membunuh 140 warga Palestina, termasuk setidaknya 30 anak-anak, di Tepi Barat pada tahun ini, sehingga menjadikannya sebagai tahun paling mematikan bagi warga Palestina sejak PBB mulai mencatat kematian pada 2005.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








