Seorang tawanan Palestina yang terluka dinyatakan meninggal di sebuah rumah sakit Israel pada Ahad (26/8) menurut kelompok urusan tawanan.
Zahir Tahseen Raddad (19 tahun) ditangkap bulan lalu setelah terluka oleh tembakan tentara Israel di kota Saida, utara Tulkarm di Tepi Barat utara.
Pernyataan bersama Komisi Urusan Tawanan dan Masyarakat Tawanan Palestina mengatakan bahwa Raddad mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Meir di Israel tengah pada Ahad dini hari.
Menurut pernyataan itu, Raddad digunakan sebagai perisai manusia oleh tentara Israel yang menempatkannya di depan kendaraan militer selama penyerbuan di kota itu. Kematiannya menambah jumlah tawanan Palestina yang meninggal di penjara Israel sejak 7 Oktober 2023 menjadi 23, menurut data Palestina.
Ketegangan meningkat di Tepi Barat sejak Israel melancarkan serangan militer terhadap Jalur Gaza yang telah membunuh lebih dari 40.400 warga Palestina sejak Oktober lalu. Setidaknya 641 warga Palestina telah terbunuh dan hampir 5.400 lainnya terluka di Tepi Barat yang diduduki, menurut Kementerian Kesehatan.
Dalam pendapat nasihat penting pada tanggal 19 Juli, Mahkamah Internasional menyatakan pendudukan Israel selama puluhan tahun di tanah Palestina merupakan pelanggaran hukum, Mahkamah juga menuntut evakuasi semua permukiman yang ada di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) bagian timur.
Sumber: https://www.aa.com.tr
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








