• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Tawanan Palestina Hidup dalam Mimpi Buruk Tiada Akhir di Penjara Israel selama Ramadan

by Adara Relief International
April 2, 2024
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Tawanan Palestina Hidup dalam Mimpi Buruk Tiada Akhir di Penjara Israel selama Ramadan
17
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Ditangkap pada tanggal 18 Oktober dari rumahnya di Ni’lin, sebelah barat Ramallah, Tepi Barat, Youssef Srour, yang berada di penjara Israel di Gurun Negev (Naqab) sejak 10 Maret, tidak tahu apakah Ramadan telah dimulai atau belum. 

“Para tahanan tidak memiliki sarana untuk berkomunikasi dengan dunia luar. Jika sipir menemukan kabel atau baterai di dalam kamar, semua tawanan akan dipukuli, dihukum, dibawa keluar kamar dan semua harta benda mereka disita,” katanya kepada Middle East Eye. Ia menjelaskan bahwa para tawanan memperkirakan awal Ramadan berdasarkan saat mereka tiba di penjara.

Setelah enam bulan ditahan secara administratif, pria Palestina berusia 49 tahun itu  dipulangkan ke rumah sakit sepekan yang lalu dalam keadaan sangat kurus. Tubuhnya menunjukkan tanda-tanda kelelahan dan praktik kelalaian penanganan medis. Srour mengatakan kepada MEE bahwa dia tidak dapat menghitung berapa kali dia dipukuli secara brutal selama beberapa bulan di penjara.

Sejak 7 Oktober, tentara Israel telah melakukan kampanye penangkapan besar-besaran di Tepi Barat yang dijajah dan menargetkan hampir 8.000 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, orang sakit, dan orang tua.

Menurut kelompok hak asasi tawanan Palestina Addameer, saat ini diperkirakan terdapat 9.100 tahanan politik yang berada di penjara-penjara Israel, dengan 3.558 di antaranya merupakan tahanan administratif, yang berarti mereka ditahan tanpa tuduhan atau pengadilan.

Menurut pengacara dan organisasi hak asasi manusia yang memantau tawanan Palestina, enam bulan terakhir ini adalah salah satu periode terburuk yang pernah ada, dengan Ramadan di penjara Israel digambarkan oleh Srour sebagai mimpi buruk yang tidak pernah berakhir. Para tawanan dilarang beribadah dan membaca Al-Qur’an. 

Para tawanan tidak hanya mengalami penyerangan fisik, namun juga pelanggaran lainnya, seperti tidak diberi air dan makanan, kurang tidur, serta terputusnya kontak dengan keluarga mereka.

Seperti mantan tawanan lainnya, Srour menjadi sasaran tindakan keras yang terjadi setelah tanggal 7 Oktober. Ia ditahan tanpa dakwaan atau pengadilan, menghadapi kekerasan di penjara hingga berat badannya turun 42 kg. Pemeriksaan medis yang dilakukan setelah pembebasannya menunjukkan bahwa ia menderita kekurangan nutrisi yang parah, sehingga dokter menyarankannya untuk hanya makan sup selama satu bulan ke depan.

Pada Ramadan kali ini, makanan yang diberikan kepada para tawanan tidak berbeda dengan makanan mereka biasanya. Makannya satu kali sehari, terdiri dari 12 sendok makan nasi, tiga sendok makan sup miju-miju, dan 50 gram kubis cincang. Para tahanan melaporkan bahwa air yang diberikan kepada mereka rasanya seperti klorin. 

“Singkatnya, mereka memberi kami makan hanya agar kami tidak mati, bukan untuk memuaskan rasa lapar kami,” kata Srour.

Srour mengatakan bahwa dia diserang empat kali sepekan. Lebih dari 20 penjaga penjara Israel memukuli satu tawanan dengan kejam, katanya, sampai mereka berdarah atau tidak bisa bergerak. Kemudian para penjaga akan pergi.

“Hasil rontgen menunjukkan bahwa saya mengalami patah tulang di tulang belakang ketiga dan keempat akibat pemukulan yang kejam. Sebagian besar tawanan menderita patah tulang rusuk dan luka dalam di kepala,” kata Srour kepada MEE.

“Saya telah ditangkap sebanyak lima kali sebelumnya, namun situasi pada bulan Ramadan ini adalah yang terburuk. Meskipun demikian, para tawanan memiliki harapan untuk segera dibebaskan,” katanya.

Sumber:

Baca Juga

RS Al-Shifa Memperingatkan Penyebaran Penyakit yang Tidak Teridentifikasi di Gaza

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

https://www.middleeasteye.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Membunuh Relawan Lembaga Kemanusiaan Asal AS di Gaza

Next Post

Update Hari ke-177 Genosida Israel di Gaza

Adara Relief International

Related Posts

RS Al-Shifa Memperingatkan Penyebaran Penyakit yang Tidak Teridentifikasi di Gaza
Berita Kemanusiaan

RS Al-Shifa Memperingatkan Penyebaran Penyakit yang Tidak Teridentifikasi di Gaza

by Adara Relief International
Januari 20, 2026
0
17

Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza telah mengeluarkan peringatan serius tentang memburuknya krisis kesehatan, karena kasus-kasus penyakit yang tidak teridentifikasi...

Read moreDetails
Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Januari 19, 2026
18
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
16
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
13
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
37
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
15
Next Post
Update Hari ke-166 Genosida Israel di Gaza

Update Hari ke-177 Genosida Israel di Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630