Gempa utama bermagnitudo 5,8 terjadi pada Sabtu (1/10) pukul 02.28 WIB di Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut). Gempa utama dengan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,11° LU ; 98,83° BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Tapanuli Utara, Sumatera Utara pada kedalaman 10 km. Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Kerusakan bangunan akibat gempa bumi tersebut terus bertambah. Tercatat 1.316 unit rumah penduduk di sembilan kecamatan mengalami kerusakan. Selain itu, terdapat 72 tempat ibadah, 30 titik ruas jalan, sembilan unit jembatan, 23 unit fasilitas pendidikan, tiga unit fasilitas kesehatan, 24 unit kantor pemerintahan, tiga unit kantor swasta, dan 35 titik saluran irigasi yang rusak akibat gempa. Tidak hanya kerusakan bangunan dan infrastruktur, bencana tersebut juga menyebabkan satu orang meninggal dunia, 24 orang mengalami luka-luka, dan 962 jiwa terdampak.
Pusat Gempa Regional I Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah 1 Medan hingga Senin (3/10) pukul 18.30 mencatat 111 kejadian gempa bumi susulan setelah gempa utama. Kepala Balai BMKG Wilayah 1 Medan Hendro Nugroho di Medan mengatakan bahwa gempa-gempa susulan terjadi di wilayah Sipaholon dan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. “Dari sekian banyak gempa susulan, tercatat 11 getaran gempa yang dapat dirasakan,” katanya.
Menurut Pelaksana Tugas Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, gempa-gempa susulan yang terjadi di Tapanuli Utara berpusat di patahan besar Sumatera Segmen Renum. Adapun, magnitudo gempa susulan di Tapanuli Utara bervariasi antara 1,0 dan 5,0.
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meminta penanganan gempa Tapanuli Utara memprioritaskan perbaikan rumah, sekolah, puskesmas, dan rumah ibadah yang rusak berat. Edy pun meminta masyarakat tidak menghuni atau menggunakan rumah yang rusak berat. Apalagi, gempa susulan masih terus terjadi sejak gempa utama. Edy mengatakan pihaknya telah menurunkan tim tanggap bencana dan bantuan logistik untuk korban gempa Tapanuli Utara (Taput).
Dalam kesempatan itu, Edy menyerahkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak bencana alam tersebut. Bantuan yang diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Taput pada Senin (3/10), berupa material bahan bangunan senilai Rp100.000.000 serta 1.000 paket sembako senilai Rp133.000.000, juga obat-obatan dan vitamin. Edy Rahmayadi berharap bantuan tersebut dapat segera digunakan untuk memperbaiki rumah warga yang rusak akibat bencana, terutama yang rusak berat. Sehingga warga dapat segera kembali menempati rumahnya.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







