Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), pada Rabu (30/10) memperingatkan bahwa operasi badan tersebut mungkin berhenti tanpa keterlibatan Majelis Umum PBB, Anadolu Agency melaporkan.
“Kemampuan UNRWA untuk melaksanakan mandatnya terancam,” tulis Komisaris Jenderal, Philippe Lazzarini, kepada Philemon Yang, Presiden Majelis Umum PBB, dalam sebuah surat.
“Hari ini, saya harus memberitahukan Anda bahwa UNRWA tengah menghadapi serangan fisik, politik, dan operasional yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah PBB, sehingga pelaksanaan mandatnya mungkin menjadi mustahil tanpa campur tangan tegas dari Majelis Umum,” kata Lazzarini.
“Dampaknya bagi Palestina, bagi Israel, dan bagi kawasan ini akan sangat serius,” ia memperingatkan.
Surat itu datang menyusul pengesahan rancangan undang-undang oleh Knesset (parlemen) Israel terhadap UNRWA yang bertujuan mencegahnya beroperasi di Wilayah Palestina yang Diduduki.
“RUU ini akan sangat merugikan kehidupan dan masa depan pengungsi Palestina, terutama tidak akan mengakhiri status mereka sebagai pengungsi” katanya.
“Hari ini, saat kita melihat wajah anak-anak di Gaza– beberapa di antaranya mungkin saja akan meninggal besok–tatanan internasional sedang runtuh akibat terulangnya kengerian yang menyebabkan dibentuknya PBB, dan pelanggaran terhadap komitmen untuk mencegah terulangnya kembali kejadian tersebut,” kata Lazzarini.
Ia mengimbau negara-negara anggota untuk mengambil tindakan guna mendukung UNRWA sejalan dengan keseriusan situasi dan risiko terkait.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








