Tanah longsor menerjang pemukiman warga di wilayah Alausi, Ekuador, Senin (27/3). Setidaknya 16 orang tewas dan 62 lainnya hilang dalam bencana tanah longsor yang dipicu oleh hujan lebat selama berbulan-bulan di Ekuador selatan, kata pemerintah setempat. Kementerian komunikasi mengatakan pada Selasa (28/3) bahwa 23 orang dilaporkan terluka ketika tanah longsor melanda Desa Alausi di Provinsi Chimborazo, sekitar 300 kilometer selatan ibukota Quito. Kementerian memperkirakan terdapat 500 orang dan 163 rumah terkena dampak bencana tersebut, yang juga menghancurkan sebagian Jalan Raya Pan-Amerika.
Gubernur Chimborazo, Ivan Vinueza, mengatakan kepada The Associated Press bahwa beberapa korban luka dibawa ke rumah sakit daerah. Pihak berwenang awalnya mengeluarkan perintah evakuasi karena risiko tanah longsor baru yang akan segera terjadi, tetapi mereka mencabutnya beberapa jam kemudian. Penduduk setempat mengatakan kepada media bahwa mereka mendengar getaran bukit sebelum tanah longsor, yang diperkirakan memiliki lebar sekitar 490 kaki dan tinggi 1 kilometer. Longsor pun menyeret pohon, rumah, dan bangunan lainnya.
Petugas pemadam kebakaran dari enam kota dikirim ke daerah itu untuk membantu. Badan tanggap darurat mengatakan 60% layanan air minum di daerah itu terkena dampak tanah longsor, sementara Kantor komunikasi Presiden Guillermo Lasso mengatakan tempat penampungan telah didirikan dan beberapa sekolah akan beralih ke kelas online.
Sumber:
https://internasional.republika.co.id
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








