Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh Viterbi Family Center for Public Opinion and Policy Research dari Israel Democracy Institute menunjukkan bahwa mayoritas warga Israel tidak terganggu oleh kelaparan yang melanda warga Palestina di Gaza.
Sebanyak 79 persen responden Yahudi menyatakan mereka “tidak terlalu terganggu” atau “tidak terganggu sama sekali” oleh bencana kelaparan tersebut, menurut laporan Haaretz. Sebaliknya, 86 persen warga Palestina yang tinggal di Israel menyatakan keprihatinan mendalam terhadap situasi kemanusiaan di Gaza.
Survei ini dilakukan di tengah peringatan badan bantuan internasional bahwa Gaza kini menghadapi skenario kelaparan terburuk. Organisasi Integrated Food Security Phase Classification (IPC) memperkirakan seluruh populasi Gaza akan mengalami kekurangan pangan akut pada September.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa 74 orang telah meninggal karena malnutrisi sepanjang tahun ini, termasuk 63 orang hanya pada bulan Juli, dengan 24 di antaranya anak-anak di bawah lima tahun.
Berbagai organisasi kemanusiaan dan hak asasi manusia menilai Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata perang, dengan membatasi akses bantuan, menghancurkan infrastruktur pangan, dan menembaki warga sipil yang mencoba mendapatkan bantuan. Sejak akhir Mei, lebih dari 850 warga Palestina dilaporkan terbunuh saat berusaha mengambil bantuan makanan.
Survei juga mengungkap perbedaan tajam dalam persepsi soal upaya Israel menghindari penderitaan warga sipil. Sebanyak 78 persen Yahudi percaya bahwa Israel berusaha meminimalisasi penderitaan, namun hanya 22,5 persen warga Palestina Israel yang sependapat.
Soal kekerasan pemukim di Tepi Barat, 44 persen responden menilai aparat penegak hukum terlalu lunak terhadap pemukim Israel yang melakukan kekerasan. Namun, pendapat ini sangat bervariasi: 67 persen Yahudi ultra-Ortodoks merasa pemukim diperlakukan terlalu keras, sementara hanya 7,5 persen Yahudi sekuler yang sependapat.
Survei ini dilakukan antara 27 hingga 31 Juli 2025 terhadap 753 responden berusia 18 tahun ke atas yang terdiri dari 601 penutur bahasa Ibrani dan 152 penutur bahasa Arab.
Sumber:
https://www.newarab.com/news/poll-nearly-80-israeli-jews-unmoved-starvation-gaza








