Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, menyatakan bahwa militer Israel tengah mempersiapkan pendudukan Jalur Gaza di bawah kepemimpinan Kepala Staf yang baru diangkat, Eyal Zamir, dengan koordinasi dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Pernyataan ini disampaikan Smotrich dalam pidatonya di pertemuan blok parlementer Partai Zionis Religius di Knesset Israel, menurut laporan media Israel seperti Otoritas Penyiaran Israel (KAN), harian Maariv, dan Channel 7.
Terkait situasi keamanan di Israel utara, Smotrich mengklaim bahwa kelompok Lebanon, Hezbollah, berada pada titik terlemah dalam beberapa dekade terakhir. Ia menyebut kelompok tersebut terisolasi dari pemerintahan Lebanon, kehilangan akses jalur suplai di Suriah, kehilangan kepemimpinannya, dan sebagian besar kemampuannya telah dihancurkan.
Dia juga mengklaim bahwa “tentara Israel memiliki kedaulatan di Lebanon, menyerang apa pun yang bergerak, serta tetap ditempatkan di lima titik militer di sepanjang perbatasan untuk melindungi kota-kota di utara, tanpa niat untuk berhenti.”
Mengenai Gaza, Smotrich memperingatkan Hamas bahwa para pejuangnya “sadar betul bahwa waktu mereka di lapangan terbatas hingga Israel kembali berperang dengan kekuatan penuh, kecepatan, dan presisi mematikan yang akan mengalahkan dan menghancurkan mereka.”
Ia juga menegaskan bahwa Israel sedang mempersiapkan pembalasan yang “menyakitkan” terhadap Hamas yang akan “meninggalkan mereka tanpa sisa atau pengungsi.”
Smotrich mengungkapkan bahwa persiapan militer ini dilakukan di bawah kepemimpinan Kepala Staf Zamir, yang akan mulai bertugas pada awal Maret, dengan dukungan politik dari pemerintahan Trump yang “akhirnya berbicara secara tegas tentang memberantas Hamas dari muka bumi.”
Di Tepi Barat, Smotrich mengancam akan mengubah wilayah tersebut menjadi situasi seperti Jabalia di Gaza utara, tempat Israel melakukan pemusnahan dan pembersihan etnis. Ia membanggakan pengusiran puluhan ribu warga Palestina dari kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat untuk memungkinkan militernya menghancurkan wilayah-wilayah tersebut.
Pada Ahad (23/2), militer Israel mengonfirmasi telah memindahkan batalion tank ke Jenin, Tepi Barat utara, untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade.
Di hari yang sama, Otoritas Penyiaran Israel melaporkan bahwa “untuk pertama kalinya sejak Operasi Perisai Defensif pada 2002, tank-tank Israel telah bergerak ke wilayah Jenin sebagai bagian dari persiapan untuk memperluas operasi di Tepi Barat utara.”
Gencatan senjata di Gaza dan kesepakatan pertukaran tahanan yang diberlakukan bulan lalu telah menghentikan agresi Israel yang telah membunuh hampir 48.350 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, serta meninggalkan Gaza dalam kehancuran.
Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant pada November atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait agresinya di wilayah tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








