• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Siswa Sekolah Terapung Berangkat Sekolah Sambil Pungut Sampah Danau

by Adara Relief International
November 15, 2022
in Berita Kemanusiaan, Pendidikan
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Siswa Sekolah Terapung Berangkat Sekolah Sambil Pungut Sampah Danau
24
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Seiring dengan Youth and Future Generations Day di COP27, sekelompok aktivis iklim anak dari Kamboja mendatangi sekolah terapung di Danau Tonle Sap. Save the Children dan Norton Rose Fulbright menugaskan fotografer terkenal Linh Pham untuk mendokumentasikan sekolah terapung Kamboja yang telah menjadi garis depan dalam perang melawan krisis iklim yang terus meningkat. Serangkaian foto disertai dengan kesaksian menarik dari aktivis iklim anak, menyatakan bagaimana krisis iklim telah memengaruhi pendidikan mereka dan tuntutan mereka akan perubahan. Memastikan suara generasi muda dan generasi mendatang menjadi terdengar adalah salah satu tujuan COP27.

Aktivis iklim muda mempelajari perubahan iklim di kelas dengan naik perahu. Dengan spanduk dan mikrofon, mereka mengimbau penduduk desa mengambil tindakan untuk melindungi lingkungan dan membersihkan sampah dari danau mereka. Paparan tinggi dan kerentanan Kamboja terhadap guncangan iklim telah merusak sistem pendidikan negara itu selama satu dekade terakhir. Pada bulan lalu, banjir bandang melanda lebih dari 200 sekolah di 11 provinsi di Kamboja sehingga banyak sekolah terpaksa ditutup dalam waktu lama. Dua kali dalam enam tahun terakhir, negara tersebut terpaksa mengurangi jam sekolah karena rekor gelombang panas yang mengancam kesehatan siswa dan guru.

Bagi anak-anak seperti Sreyvatey (14 tahun) yang tinggal di rumah terapung di Danau Tonle Sap Kamboja, ancamannya sangat nyata. Dia dan teman sekelasnya harus melakukan perjalanan ke sekolah terapung mereka dengan perahu. Sreyvatey mengatakan, “Saat cuaca berubah drastis, saat matahari sangat terik, saya tidak bisa belajar. Sementara ketika saya di rumah saya tidak bisa tidur atau istirahat. Di komunitas saya, iklimnya kering dan panas. Terkadang ada kekeringan, banjir, badai, guntur, dan kilat. Rumah saya bergetar saat ada badai. Ada suara keras saat hujan. Ketika badai besar datang, itu membuat saya takut dan cemas.”

Setiap pagi, Ratana yang berusia 12 tahun berangkat dari rumahnya di Danau Tonle Sap Kamboja dengan perahu menuju sekolah terapungnya. Namun, sepanjang perjalanan, Ratana dan teman-temannya juga membersihkan sampah yang mengotori danau. Ratana mengatakan, “Ketika kami mendayung perahu ke sekolah, kami memungut sampah. Saya tidak suka sampah karena merusak lingkungan dan mencemari air. Saya khawatir ketika kami minum air ini, kami akan sakit.” Pengetahuan baru Ratana menginspirasinya untuk bergabung dengan kampanye yang dipimpin oleh Presiden Dewan Siswa (OSIS), untuk mendidik penduduk desa di komunitas mereka tentang kesadaran lingkungan dan perubahan iklim.

Dengan perahu, spanduk, dan mikrofon, mereka menuntut penduduk desa berhenti membuang sampah ke air dan menggunakan kembali botol bekas pakai untuk menanam sayuran. Ratana menambahkan, “Orang tua dan orang dewasa harus mendengarkan anak-anak yang sadar lingkungan. Saya ikut kampanye untuk menyebarkan informasi tentang lingkungan. Saya berada di atas kapal dan melakukan kampanye di desa dan di kabupaten, menggunakan mikrofon dan spanduk dengan pesan utama kami, jangan membuang sampah ke dalam air.”

Reaksmey Hong, Direktur Save the Children di Kamboja mengatakan, “Tidak mengherankan jika sekolah terapung Danau Tonle Sap telah menjadi tempat pelatihan bagi generasi muda aktivis iklim berikutnya. Anak-anak di sini telah menyaksikan secara langsung sekolah mereka dihancurkan oleh badai. Air mereka menjadi terlalu tercemar untuk mandi. Mereka mengambil tindakan sendiri untuk menyerukan masa depan yang lebih hijau dan lebih adil. Sekarang saatnya bagi orang dewasa untuk mendengarkan, terinspirasi, dan mengambil tindakan.”

Beberapa anak yang bersekolah di sekolah terapung Tonle Sap secara tragis telah menyaksikan secara langsung kegentingan kehidupan sehari-hari di danau. Tiga tahun lalu, Kanha (12 tahun) kehilangan saudara perempuannya yang baru berusia 5 tahun.  Saudaranya jatuh dari pagar jaring yang tidak terikat di tepi rumah mereka dan tenggelam. Mereka menemukan tubuhnya di dalam air. “Ketika saya bangun, saya tidak melihat saudara perempuan saya. Ibuku pergi untuk membeli beras. Ketika dia kembali dan melihat putrinya seperti itu, dia sangat terkejut. Setelah itu dia berdoa untuk semuanya. [Tetangga kami] mengganti pakaiannya dan menyalakan kompor gas untuk menghangatkan tangannya, tapi dia tetap tidak selamat. Jadi, mereka membawa saudara perempuan saya untuk dimakamkan. Dulu, cuaca di sini tidak ada hujan. Tapi sekarang hujan dan guntur, topan, dan badai hebat datang silih berganti. Pada malam hari saya merasa sangat kedinginan.”

Tonle Sap Kamboja adalah danau air tawar terbesar di Asia Tenggara dan rumah bagi lebih dari satu juta orang. Namun, suhu yang terus meninggi, kekeringan, polusi, penangkapan ikan berlebihan oleh kapal pukat komersial, dan kerusakan lingkungan telah menyebabkan penurunan drastis stok ikan yang diandalkan banyak orang untuk mencari nafkah. Hai Vanak, nelayan lokal dan ayah dari Sreyvatey mengatakan, “Kalau airnya bau dan kotor, kami tidak bisa hidup dengan baik. Kami tidak bisa menggunakannya untuk mandi dan mengonsumsinya. Ikan juga akan terpengaruh. Perubahan iklim dan perusakan lingkungan telah melahirkan berbagai penyakit dan melenyapkan berbagai jenis ikan. Dalam sehari, 400 hingga 500 ikan mati, akibatnya penghasilan kami berkurang secara signifikan. Terkadang kami tidak mampu memenuhi semua kebutuhan kami.”

Sumber:

https://www.savethechildren.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: InternasionalPendidikan
ShareTweetSendShare
Previous Post

Pesantren Disegel, Ratusan Santri di Luwu Sulsel Ngaji di Kolong Rumah

Next Post

Ekstremis Yahudi Serbu Al-Aqsa dan Tebang 2.000 Pohon Zaitun di Tanah Milik Palestina

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
14
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
20
Next Post
Ekstremis Yahudi Serbu Al-Aqsa dan Tebang 2.000 Pohon Zaitun di Tanah Milik Palestina

Ekstremis Yahudi Serbu Al-Aqsa dan Tebang 2.000 Pohon Zaitun di Tanah Milik Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630