Sejak agresi militer Israel ke Jalur Gaza dimulai pada Oktober 2023, rata-rata satu kelas penuh anak-anak Palestina yaitu sekitar 35 hingga 45 siswa— terbunuh setiap harinya. Pernyataan mengerikan ini disampaikan oleh Sam Rose, Direktur Urusan UNRWA di Gaza, yang menyebut bahwa situasi ini menggambarkan penderitaan anak-anak yang tak kunjung berhenti di tengah genosida yang berlangsung lebih dari 21 bulan.
Anak-anak di Gaza tidak hanya menghadapi risiko kematian akibat serangan langsung, tetapi juga harus mengantre setiap pagi demi mendapatkan air bersih dan makanan. Pemandangan mereka berdiri dengan jeriken kuning di pinggir jalan menjadi hal biasa, namun lokasi-lokasi seperti inilah yang kerap menjadi target serangan. Salah satu serangan terbaru bahkan membunuh sedikitnya tujuh anak saat mereka sedang mengantre air di Gaza tengah.
Menurut sumber medis dan UNRWA, lebih dari 18.000 anak telah terbunuh, sekitar 16.854 lainnya dirawat di rumah sakit, dan 40.500 anak mengalami cedera akibat perang, termasuk setidaknya 10 anak per hari yang kehilangan satu atau kedua kakinya. Tragisnya, banyak amputasi dilakukan tanpa anestesi karena sistem kesehatan yang runtuh total.
Selain ancaman bom, kelaparan kini menjadi momok baru. Satu dari sepuluh anak yang diperiksa oleh UNRWA mengalami malnutrisi akut—sesuatu yang sebelumnya sangat langka di Gaza. Setidaknya 66 anak telah meninggal karena kelaparan akibat blokade total Israel yang melarang masuknya susu formula dan bantuan gizi, serta penutupan seluruh perlintasan perbatasan.
UNRWA memperingatkan bahwa penderitaan anak-anak Gaza bukanlah akibat alamiah dari perang, melainkan hasil dari strategi ang disengaja: penghancuran sistem pangan, air, layanan kesehatan, dan pendidikan. Dari 2,4 juta populasi Gaza, setengahnya adalah anak-anak. Mereka hidup dalam ketakutan, kelaparan, dan kehilangan—namun dunia masih terus memalingkan muka.
Sumber:
https://www.newarab.com/news/israel-killing-classroom-children-every-day-gaza-unrwa
https://www.#/20250716-unrwa-israel-kills-the-equivalent-of-a-classroom-full-of-children-each-day-in-gaza/








