Militer Israel telah menyita jenazah Rami al-Halhuli yang tewas setelah dadanya ditembak pada Selasa (12/3) di Al-Quds (Yerusalem) yang dijajah. Pasukan Israel membunuh anak laki-laki itu ketika dia melemparkan kembang api ke udara selama bulan Ramadan.
Ayah anak itu merilis pernyataan kepada media Palestina mengatakan bahwa Israel telah berjanji untuk mengembalikan jenazah anaknya pada Jumat tengah malam, tetapi dengan syarat yang cukup berat, seperti dilaporkan oleh Al Jazeera.
Yang pertama adalah bahwa hanya empat anggota keluarga yang diizinkan pergi dan mengambil jenazah anak itu. Kemudian, ia harus dimakamkan di dalam kamp pengungsi Shu’fat, yang, terkait dengan tembok pemisahan Israel, berada di sisi yang berlawanan dari situs pemakaman keluarganya.
Israel menambahkan bahwa hanya 15 anggota keluarga dan teman yang diizinkan hadir dalam pemakaman itu. Biasanya, ratusan, bahkan ribuan orang menghadiri pemakaman para syuhada, terutama ketika seorang anak kecil terbunuh.
Menahan jenazah warga Palestina adalah taktik pemaksaan umum yang biass digunakan oleh militer Israel. Kelompok-kelompok hak asasi Palestina mengatakan sekitar 245 jenazah warga Palestina yang terbunuh saat ini masih ditahan oleh Israel, seperti yang dikutip oleh Al Jazeera, yang mencatat bahwa lebih dari 65 jenazah tersebut tewas setelah 7 Oktober.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








