Serikat Pekerja Inggris (Unite the Union), yang mewakili 1,2 juta pekerja di Inggris, hari Jumat (14/7) telah mengeluarkan tiga mosi penting yang menegaskan kembali solidaritasnya yang berkelanjutan dengan perjuangan rakyat Palestina untuk pembebasan, menegaskan dukungan untuk seruan Palestina untuk kampanye boikot, divestasi, dan sanksi sampai Israel mengakhiri pelanggaran hak-hak Palestina, dan mengutuk RUU anti-boikot pemerintah yang saat ini sedang dalam tahap pembahasan di badan legislatif (House of Commons).
Dalam konferensinya, lembaga ini mencatat RUU anti-boikot akan melindungi perusahaan yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia atau perusakan lingkungan dengan mencegah badan publik memutuskan hubungan keuangan dengan mereka atas tindakan kasar atau ilegal yang dilakukan di negara asing, kecuali secara tegas diizinkan melakukannya oleh pemerintah. Ini juga akan melanggar hak-hak anggota Skema Pensiun Pemerintah Daerah, termasuk anggota serikat pekerja Inggris, yang mencegah mereka untuk memilih bagaimana gaji mereka yang ditangguhkan akan diinvestasikan.
Berbicara setelah disahkannya mosi hari ini, Direktur Kampanye Solidaritas Palestina, Ben Jamal, mengatakan: “Pada saat RUU anti-boikot Pemerintah berusaha untuk mendelegitimasi seruan Palestina untuk boikot, divestasi dan sanksi (BDS), dukungan bulat dari serikat pekerja Inggris pada konferensi hari ini untuk mosi yang menegaskan dukungan untuk BDS sangat penting. Serikat ini telah memperjelas bahwa mereka akan terus berdiri bahu-membahu dengan rakyat Palestina dan menolak semua upaya untuk mendelegitimasi perjuangan mereka untuk pembebasan.”
Mosi lebih lanjut yang disahkan hari Jumat menegaskan pengakuan Uni bahwa Israel mempraktikkan kejahatan apartheid dan menyerukan diakhirinya perjanjian perdagangan bebas yang diusulkan Pemerintah Inggris dengan Israel.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








