Serangan udara Israel pada Senin pagi (26/5) di sebuah sekolah di lingkungan al-Daraj di Kota Gaza telah menghabisi nyawa sedikitnya 25 orang dan melukai lebih banyak lagi, menurut laporan media Palestina.
Serangan itu menargetkan Sekolah Fahmi al-Jarjawi, tempat keluarga Palestina mencari perlindungan dari pengeboman Israel yang sedang berlangsung, kata Al-Aqsa TV dan sumber-sumber lokal lainnya, menggambarkan insiden itu sebagai “pembantaian.”
Sumber-sumber medis melaporkan bahwa serangan udara menghantam sekolah saat pengungsi sedang tidur, yang menyebabkan jatuhnya korban dan kerusakan yang signifikan.
Api menyapu tenda-tenda setelah pengeboman. Video saksi mata beredar online menunjukkan tubuh yang terbakar, banyak dari korban adalah anak-anak. Banyak yang menangis ketika api membakar lingkungan mereka. “Kantor hangus dan jeritan orang-orang terlantar yang dilalap api terlihat dan terdengar dari lokasi,” kata sebuah laporan.
Tentara Israel, yang menolak seruan internasional untuk gencatan senjata, telah melakukan serangan brutal terhadap Gaza sejak Oktober 2023, menghabisi lebih dari 53.900 warga Palestina, kebanyakan dari mereka adalah perempuan dan anak-anak.
November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional.
Sumber:
https://www.middleeasteye.net/news/gaza-child-tries-escape-flames-after-israel-school-attack
https://www.aa.com.tr/en/middle-east/israeli-airstrike-on-gaza-school-kills-at-least-25/3579498
https://www.#/20250526-20-palestinians-killed-in-israeli-air-strike-on-gaza-school-sheltering-displaced-families/







