• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Serangan Mematikan Israel di Musala Sekolah: “Berapa Banyak Lagi Kerugian yang Harus Ditanggung untuk Mengakhiri Genosida ?”

by Adara Relief International
Agustus 13, 2024
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Serangan Mematikan Israel di Musala Sekolah: "Berapa Banyak Lagi Kerugian yang Harus Ditanggung untuk Mengakhiri Genosida ?”
25
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Zainab al-Jabri (80 tahun) sedang tertidur di ruang kelas yang penuh dengan perempuan Palestina yang mengungsi ketika tiga ledakan mengguncang sekolah tersebut. Dia terbangun dan mendapati kekacauan dan kepanikan saat orang-orang bergegas ke musala sekolah yang menjadi sasaran serangan udara Israel. 

Saat itulah dia langsung khawatir terhadap kedua putranya dan cucu-cucu mereka yang ada di sana untuk salat. “Saya menggunakan alat bantu jalan dan bergerak sambil memanggil ‘Ziad… Ihab… anak-anak saya,’” kenangnya. 

“Ketika saya melihat potongan-potongan tubuh yang terbakar, saya menyadari tidak ada seorang pun yang selamat.”

Putra dan cucu Al-Jabri termasuk di antara lebih dari 100 warga Palestina yang terbunuh dalam serangan Israel pada hari Sabtu (10/8).

Serangan itu menargetkan musala sekolah al-Tabi’in di Kota Gaza saat puluhan orang berdiri dalam barisan shaf untuk melaksanakan salat subuh sekitar pukul 4.30 pagi. 

Sekolah tersebut telah diubah menjadi tempat penampungan bagi orang-orang yang mengungsi dari tempat lain di kota tersebut akibat hancurnya rumah mereka oleh karena pengeboman Israel yang tiada henti selama 10 bulan.

Al-Jabri datang bersama keluarga besarnya ke sekolah tersebut dua pekan sebelum serangan hari Sabtu, setelah rumah mereka di lingkungan al-Shujaiya hancur dalam serangan Israel yang membunuh tujuh cucunya.

“Saya seorang perempuan tua yang sakit,” ungkapnya kepada Middle East Eye. 

“Anak-anakku adalah cahaya hidupku, tetapi mereka mencurinya dariku. Setidaknya sisakan satu untukku,” tambahnya. 

“Sekolah itu penuh dengan anak-anak muda yang cinta damai, lansia  perempuan dan laki-laki. Kami semua orang yang cinta damai. Saya memohon agar Tuhan membalas mereka.”

Militer Israel segera berdalih dengan mengklaim bahwa masala tersebut berisi “fasilitas militer” dan 31 orang yang tewas adalah teroris yang beroperasi dari sekolah. 

Investigasi awal yang dilakukan oleh Euro-Med Human Rights Monitor menemukan daftar nama yang diberikan oleh militer sebagai “teroris” yang tewas dalam serangan tersebut mengandung sejumlah ketidakakuratan. 

Dari daftar nama tersebut, setidaknya tiga orang telah terbunuh dalam pada awal agresi, dan ada pula nama seorang warga yang telah terbunuh pada bulan Desember.

Daftar Israel juga memuat nama tiga orang lanjut usia yang tidak memiliki hubungan militer, termasuk seorang kepala sekolah, Wakil Walikota Beit Hanoun, dan seorang profesor universitas, serta beberapa penentang Hamas. 

Israel sebelumnya membuat pernyataan palsu serupa tentang identitas warga Palestina yang diklaimnya telah dibunuh dalam serangan udara. 

Hamas berulang kali dan dengan keras menolak tuduhan Israel, dengan mengatakan para pejuangnya tidak pernah beroperasi dari dalam fasilitas sipil seperti sekolah dan rumah sakit. 

Noah al-Shagnobe, seorang pekerja pertahanan sipil, mengatakan kepada MEE bahwa sebagian besar dari mereka yang terbunuh adalah anak-anak dan orang tua. Sementara itu, mayoritas korban luka dan mengalami luka bakar akibat intensitas serangan udara.

“Semua orang yang sedang salat di sana telah terbunuh, dan banyak korban lainnya yang saat tidur di lantai atas,” kata al-Shagnobe.

“Kami harus berjalan di atas mayat-mayat sambil berusaha mengeluarkan yang terluka dari tempat itu. Sebagian besar mayat tidak dapat dikenali lagi karena sudah tercabik-cabik.”

Serangan hari Sabtu itu mengejutkan banyak orang di seluruh dunia dan memicu kecaman internasional terhadap Israel. 

Di Gaza, serangan itu dianggap sebagai salah satu serangan paling dahsyat sepanjang agresi. Serangan tersebut juga meninggalkan trauma mendalam bagi para penyintas yang  masih mencerna pembantaian yang baru terjadi. 

Rebhi Naser (57 tahun)  dikenal selalu menghadiri salat Subuh di barisan depan masjid. Namun, Sabtu kemarin, ia terlambat datang–sebuah keterlambatan yang menyelamatkan hidupnya. Bom-bom menghantam musalah saat ia berjalan dari sudut lain sekolah. 

“Guncangan dan nyala api akibat serangan udara, menjatuhkan saya ke tanah,” katanya.

“Saya pingsan beberapa detik, dan tangan saya gemetar. Saya tidak bisa bergerak selama 20 menit,” tambahnya.

Rebhi, yang berasal dari Beit Hanoun di Jalur Gaza utara, mencari perlindungan di sekolah tersebut pada November bersama 30 anggota keluarga setelah rumah mereka hancur. 

“Kami beribadah di musala ini, memohon kepada Tuhan agar melindungi kami dan mengakhiri genosida ini,” tutur Naser kepada MEE. 

“Kami bukan teroris, seperti yang mereka (Israel) klaim. Kami semua dikenal sebagai warga sipil terlantar yang cinta damai, kami tidak tertarik pada politik atau mengancam siapa pun.” 

Naser, yang kehilangan 10 anggota keluarganya dalam serangan hari Sabtu, mengatakan ia berharap pada akhirnya dunia dapat melihat penduduk Palestina sebagai manusia yang setara. 

“Kami adalah manusia yang terbuat dari daging dan darah, dan kami tidak sanggup menanggung lebih banyak lagi rasa sakit dan kehilangan,” katanya.

“Berapa banyak lagi kerugian yang harus kami tanggung untuk mengakhiri genosida ini?”

Sumber: https://www.middleeasteye.net

***

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: Update Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Perang Israel di Gaza: Setidaknya 25 warga Palestina Terbunuh dalam 24 Jam Terakhir

Next Post

Israel Lanjutkan Serangan ke Gaza di Tengah Desakan Internasional untuk Gencatan Senjata

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
14

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
14
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
26
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
Setidaknya 8 Orang Terbunuh dalam Serangan Israel di 'Zona Kemanusiaan' di Gaza Selatan

Israel Lanjutkan Serangan ke Gaza di Tengah Desakan Internasional untuk Gencatan Senjata

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630