Invasi penjajah di Tepi Barat hampir menjadi hal yang rutin, dengan hampir 150 warga Palestina terbunuh di Tulkarem dan Nur Shams sejak 7 Oktober 2023. Sebagian besar korban adalah warga sipil.
Lockdown telah diberlakukan, dan penembak jitu ditempatkan di atap-atap gedung di Tulkarem dan Nur Shams. Dari rumah mereka di Tulkarem, penduduk dapat mendengar bom meledak di kamp terdekat, dengan gema tembakan yang dilepaskan antara para pejuang perlawanan dan penjajah.
Perlawanan terus meningkat di Nur Shams dan di seluruh Tepi Barat saat para pejuang bersiap menghadapi serangan Israel lainnya. Brigade Nur Shams, yang berafiliasi dengan Brigade al-Quds telah mengonsolidasikan beberapa faksi bersenjata lainnya di kamp tersebut.
New Arab melaporkan bahwa menurut pakar militer Palestina terkemuka Youssef Al-Sharqawi, “Setiap upaya untuk membasmi perlawanan Palestina di kamp Nur Shams dan Tepi Barat berarti melakukan genosida yang serupa dengan apa yang terjadi di Jalur Gaza.”
Menurut Mondoweiss, seorang anggota Brigade Nur Shams menyatakan, “Pesan saya kepada penjajah adalah jika mereka melawan kami dari langit, kami akan menyerang mereka dari bawah bumi.”
Tidak hanya melakukan kekerasan, tetapi Israel juga menghentikan pendanaan untuk Otoritas Palestina. Akibatnya, pegawai pemerintah hanya menerima sebagian gaji–jika memang ada.
Israel juga mebgeluarkan RUU untuk menetapkan UNRWA sebagai kelompok teroris telah disahkan melalui pemungutan suara pendahuluan di Knesset dengan suara mayoritas.
Hal ini tidak hanya akan menyebabkan penutupan klinik, sekolah, dan akses ke sumber daya penting bagi warga Palestina di kamp-kamp di Tepi Barat dan Gaza, tetapi juga mempengaruhi pegawai UNRWA karena sebagian besar dari mereka adalah pengungsi Palestina.
Selain itu, warga Palestina yang menyeberang ke Israel untuk bekerja telah dicabut izinnya. Akibatnya, angka pengangguran yang sudah tinggi malah semakin meroket. Ketika pekerja menerima gaji, bank sering kali mengambil gaji mereka untuk pembayaran pinjaman.
Tepi Barat perlahan berubah menjadi penjara terbuka lainnya, seperti Gaza sebelum 7 Oktober 2023. Pengangguran yang tinggi, blokade barang dan jasa, dan rasa putus asa yang menyebar luas membuat prospek kehidupan normal bagi warga Palestina menjadi sangat jauh.
Otoritas Palestina (PA) kini ‘menghilang’ saat IDF memasuki Tulkarem. Tepi Barat dikuasai oleh tentara Israel dan pemukim ilegal, semuanya bersenjata lengkap dan membakar kebun zaitun dan ladang petani Palestina.
Desa-desa di Tepi Barat yang terisolasi tidak memiliki perlindungan maupun bantuan dari masyarakat internasional, sementara keberadaan permukiman telah diatur untuk memisahkan antara satu kota Palestina dengan kota yang lain.
Para ekstremis sayap kanan telah merampas lebih banyak tanah untuk permukiman ilegal. Baru-baru ini mereka mengumumkan pembangunan lima permukiman, dengan memperjelas rencana mereka bahwa tidak ada ruang untuk Otonomi Palestina atau untuk warga Palestina.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








