Serangan udara Israel pada Ahad (13/10) telah menghancurkan pasar era Ottoman di Kota Nabatieh, Lebanon selatan. Serangan itu juga membunuh sedikitnya satu orang dan melukai empat orang.
Pejabat Pertahanan Sipil Lebanon mengatakan mereka berjuang melawan kebakaran di 12 bangunan tempat tinggal dan 40 toko di pasar bersejarah yang dibangun sejak tahun 1910.
“Mata pencaharian kami semua hancur,” kata Ahmad Fakih, yang toko kelontongnya hancur.
Tim penyelamat sedang mencari korban selamat dan sisa-sisa bangunan yang hancur pada Minggu pagi ketika pesawat tak berawak Israel terbang di atas kepala.
Nabatieh adalah salah satu dari puluhan kota di seluruh Lebanon selatan yang mendapat perintah evakuasi dari Israel, meskipun kota tersebut turut menampung pengungsi.
Dalam serangkaian serangan udara sebelum fajar pada Ahad kemarin, pesawat tempur Israel juga menargetkan Kota Kfar Tibnit, yang menyebabkan kerusakan signifikan, menurut Kantor Berita Nasional Lebanon. Sekitar pukul 03.45 dini hari, serangan udara menghancurkan masjid tua bersejarah di pusat Kota Kfar Tibnit, menghancurkan seluruh bagian bangunan tersebut.
Meskipun ada peringatan internasional bahwa Timur Tengah berada di ambang perang regional di tengah serangan gencar Israel terhadap Gaza dan Lebanon, Israel memperluas agresinya dengan melancarkan serangan darat ke Lebanon selatan sejak awal Oktober.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








