Gencatan senjata yang diberlakukan sejak 10 Oktober semakin rapuh menyusul serangkaian pelanggaran serius oleh Israel. Pada Rabu (19/11) malam, setidaknya 25 warga Palestina terbunuh dan 77 lainnya terluka akibat serangan udara Israel di berbagai wilayah Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Beberapa korban dilaporkan berada dalam kondisi kritis. Serangan ini termasuk pengeboman terhadap rumah warga di Shujaiya, serangan terhadap kerumunan warga sipil, serta penghancuran kantor Kementerian Wakaf di kawasan Zeitoun yang membunuh lima orang, termasuk seorang perempuan hamil dan seorang anak perempuan.
Sebelumnya pada hari yang sama, seorang perempuan dan anaknya mengalami luka parah akibat serangan drone di Bani Suheila, Khan Younis. Mereka menambah daftar korban dari 279 kematian dan lebih dari 650 luka-luka yang tercatat dalam hampir 400 pelanggaran Israel sejak gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat diberlakukan.
Kantor Pemerintah Gaza (GMO) menyerukan kepada Presiden AS Donald Trump, negara-negara mediator, para penjamin kesepakatan, dan Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah tegas menghentikan serangan serta menekan Israel untuk mematuhi perjanjian gencatan senjata dan protokol kemanusiaan demi melindungi warga sipil.
Meski gencatan senjata mengharuskan masuknya sedikitnya 600 truk bantuan per hari, jumlah aktual jauh lebih rendah. PBB memperingatkan bahwa krisis kelaparan tetap berada pada tingkat yang “katastrofik”. Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, menegaskan bahwa warga Gaza menghadapi penyakit, kelaparan, kenaikan harga makanan, serta minimnya bantuan. “Musim dingin akan memperburuk penderitaan mereka,” ujarnya, seraya mendesak pembukaan penuh perlintasan bantuan.
Di sisi lain, Israel mengklaim serangan-serangannya merupakan respons terhadap tembakan dari para pejuang di Rafah. Namun laporan menunjukkan bahwa serangan juga menargetkan wilayah-wilayah yang seharusnya telah ditinggalkan oleh pasukan Israel sesuai kesepakatan gencatan senjata.
Sejak Oktober 2023, Israel telah membunuh hampir 70.000 warga Palestina, kebanyakan perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 170.000 lainnya. Infrastruktur Gaza hancur, sementara jutaan orang hidup dalam kondisi pengungsian, kelaparan, dan ketidakpastian.
Sumber: Al Jazeera, MEMO
![Warga Palestina yang tewas dan terluka dalam serangan Israel di distrik al-Mawasi dibawa ke Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Gaza pada 19 November 2025. [Abdallah Fs Alattar – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/AA-20251119-39753018-39752996-AT_LEAST_10_PALESTINIANS_KILLED_IN_ISRAELI_ATTACK_ON_GAZA_DESPITE_CEASEFIRE-750x375.webp)







