Pada Ahad (8/9), seorang warga negara Yordania bernama Maher Dhiab Hussein al-Jazi (39 tahun) melakukan serangan penembakan yang menewaskan tiga warga Israel di dekat Jembatan Allenby, yang menghubungkan Tepi Barat yang diduduki dan Yordania.
Dhiab al-Jazi, yang merupakan keturunan dari Maher al-Jazi, seorang komandan militer Yordania yang berperang dalam Pertempuran Karameh 1968, menembaki pasukan keamanan Israel setelah mendekati area tersebut dengan truk dari Yordania. Sementara itu, Dhiab ditembak mati oleh militer Israel di lokasi kejadian.
Tiga tentara, yang diidentifikasi sebagai Yohanan Shchori, Yuri Birnbaum, dan Adrian Marcelo Podzamczer, tewas seketika setelah Jazi melepaskan tembakan dari jarak dekat. Insiden ini terjadi di area komersial yang dikuasai Israel, tempat truk-truk Yordania biasanya menurunkan barang-barang yang memasuki Tepi Barat.
Sebagai respons atas serangan ini, Yordania menutup penyeberangan Jembatan Allenby hingga pemberitahuan lebih lanjut, dan Israel juga menutup tiga penyeberangan perbatasan daratnya dengan Yordania. Ribuan warga Yordania berkumpul di Amman untuk memprotes dan memberikan penghormatan kepada Jazi.
Juru bicara Brigade Al-Qassam, Abu Obeida, mengatakan pada Ahad (8/9) bahwa serangan penembakan yang dilakukan oleh warga negara Yordania tersebut merupakan tindakan “heroik”, dan menyebutnya sebagai pahlawan.
“Pistol pahlawan Yordania dalam mendukung Masjid Al-Aqsa dan rakyat kami lebih efektif daripada pasukan besar dan persenjataan militer yang lengkap,” katanya dalam sebuah pernyataan.
“Operasi ini merupakan cerminan hati nurani bangsa kita.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








