Seorang anak di bawah umur yang saat ini ditawan di penjara Israel, Ahmad Manasara, mengalami gangguan psikologis akibat isolasi dan kondisi penjara yang keras sejak penangkapannya pada 2015 lalu, ungkap keluarganya pada Rabu (23/2).
Dalam pernyataan keluarga Manasara, mereka menekankan bahwa putra mereka memerlukan diagnosis yang tepat dan profesional, perawatan dengan obat-obatan yang juga tepat, dan isolasi yang harus segera diakhiri.
Manasara ditangkap oleh pasukan Israel pada 2015 ketika berusia 13 tahun. Ketika itu ia dipukul dan mengalami kekerasan hingga mengalami keretakan di tengkorak kepalanya.
Setelah usaha keras dari keluarga dan pengacara agar Manasara diperiksa oleh psikiater, diketahui bahwa ia mengalami gangguan psikologis akibat kekerasan, isolasi, dan penindasan selama di dalam penjara. Isolasi di sel yang sempit dan larangan bergaul adalah penyebab utama ganguan psikologis yang dialami Manasara.
Keluarga juga menambahkan bahwa sumber utama penderitaan yang dialami oleh Manasara adalah pendudukan dan tindakan yang dilakukan Israel terhadapnya.
Sumber :
https://www.#/20220224-palestinian-minor-manasra-suffering-psychological-disorder-in-israel-jail/
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.








