Seorang perempuan akademisi asal Gaza, Shahd Abuslama, baru-baru ini mendapat skors dari kampus tempat ia mengajar, Universitas Sheffield Hallam, karena unggahannya di media sosial miliknya yang menunjukkan ungkapan anti-Israel.
Sementara itu, pihak universitas tidak berterus terang mengungkapkan pihak yang melaporkan Abuslama. “Keluarga, teman-teman, dan para followers, saya baru saja mendapatkan serangan dari pihak publikasi zionis yang menentang penunjukkan saya sebagai Associate Professor di Universitas Sheffield Hallam. Saya baru saja mengumpulkan disertasi PhD saya mengenai representasi pengungsi Palestina pada era kolonial, kemanusiaan, dan film dokumenter tentang rakyat Palestina dari 1917 hingga 1933,” ungkapnya melalui akun Twitter miliknya.
“Saya terkejut mengetahui bahwa komunitas akademis saya memilih untuk mempertahankan reputasi mereka daripada mengedepankan kemerdekaan dan kemapanan dunia akademis,” tambahnya.
Abuslama dalam unggahan tersebut menunjukkan dukungannya kepada seorang mahasiswa tahun pertama yang membuat poster bertuliskan “Stop the Palestinian Holocaust” yang diklaim sebagai tindakan antisemit.
Seorang juru bicara Universitas Sheffield Hallam mengungkapkan bahwa pihak universitas telah mengadopsi pengertian antisemit dari International Holocoust Remembrance Alliance (IHRA). Namun demikian, IHRA sendiri telah mendapat kritik dari para kritikus dan bahkan pembuat definisi asli darinya, bahwa pengertian tersebut akan memunculkan pemasungan terhadap kebebasan berbicara.
Sumber :
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.








