Sabtu (9/4), seorang anak terkena peluru tajam selama bentrokan dengan pasukan pendudukan di Kota Beit Ummar, utara Hebron, Tepi Barat. Aktivis Youssef Abu Maria mengatakan bahwa konfrontasi kekerasan pecah antara pemuda dengan pasukan pendudukan di daerah Asida di Kota Beit Ummar, yang menembakkan peluru tajam, gas air mata, dan bom suara. Seorang anak cedera akibat terkena peluru tajam di kaki, dan puluhan lainnya mengalami sesak akibat tercekik gas air mata.
Koordinator The Committee for Protection and Steadfastness, Fuad Al-Amur, mengatakan bahwa seorang pemukim mengejar aktivis Abbas Dababsa dan mencoba menabraknya di jalan yang menghubungkan komunitas Khallet Al-Dhaya dan Al-Masafer, sebelum melarikan diri ke permukiman Avi Qail.
Bentrokan berlanjut hingga Minggu (10/4), melukai seorang anak, Muhammad Ahmed Abu Awad, di Kamp Pengungsi Al-Fawwar, akibat terkena bom gas.
Bentrokan dengan pasukan pendudukan juga terjadi di daerah Bab al-Zawiya, yang berakibat puluhan kasus sesak napas. Selain itu juga terdapat seorang anak berusia dua tahun yang tewas dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kota Beit Awa, Hebron. Juru bicara polisi Kolonel Louay Irzeigat mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa polisi telah memulai prosedur penyelidikan atas kecelakaan tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







