Menteri Kebudayaan Imad Hamdan mengumumkan pencapaian baru dalam pelestarian warisan budaya Palestina. Dua unsur Palestina yang menonjol—seni ukir kayu zaitun dan pembuatan kaca Al-Khalil (Hebron)—masuk ke dalam daftar warisan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Dunia Islam (ICESCO). Penambahan ini berlangsung selama pertemuan Komite Warisan Dunia Islam yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan. Banyak negara anggota dan pakar warisan budaya hadir dalam pertemuan tersebut.
Menteri Hamdan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu malam (25/03) bahwa pencapaian ini merupakan puncak dari upaya intensif Kementerian Kebudayaan Palestina. Mereka bekerja sama dengan badan-badan nasional dan komunitas, untuk menyiapkan berkas nominasi komprehensif sesuai dengan standar internasional. Selain itu, mereka juga memastikan bahwa nilai sejarah dan budaya dari kerajinan tradisional ini dapat mendapat sorotan.
Ia menambahkan bahwa masuknya dua elemen ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kehadiran narasi budaya Palestina di forum internasional. Di samping itu, ia juga menegaskan hubungan mendalam rakyat Palestina dengan warisan dan identitas mereka di tengah tantangan yang sedang berlangsung.
Baca juga : “Hari Kebudayaan Nasional Palestina: Lawan Penjajahan dengan Budaya“
Ia menjelaskan bahwa kementerian memandang pencapaian ini sebagai dorongan nyata bagi sektor kerajinan tangan. Ini telah berkontribusi pada pemberdayaan para pengrajin, mendorong investasi di industri tradisional, dan meningkatkan pariwisata budaya. Lebih lanjut, pencapaian ini juga memotivasi generasi muda untuk mempelajari dan melanjutkan kerajinan ini.
Ia menekankan bahwa kementerian akan terus mendokumentasikan dan mendaftarkan elemen warisan Palestina tambahan. Ini berlaku baik untuk warisan benda maupun tak benda, dalam daftar regional dan internasional, bekerja sama dengan lembaga nasional dan internasional. Ini bertujuan untuk melindungi warisan budaya ini dari kepunahan dan memperkuat perannya sebagai bagian integral dari identitas nasional Palestina.
Komite Warisan Dunia Islam, yang berafiliasi dengan ICESCO, adalah badan teknis yang bertanggung jawab untuk meninjau berkas nominasi dan menyetujui pencantumannya. Keanggotaan komite tersebut mencakup para ahli dari sembilan negara, yang dipilih untuk memastikan representasi geografis yang seimbang. Komite tersebut bergantung pada kriteria yang tepat, terutama untuk warisan tak benda. Ini termasuk keberlanjutan praktik, perannya dalam memperkuat identitas, mekanisme untuk mewariskannya antar generasi, dan persyaratan untuk mendapatkan persetujuan dari masyarakat setempat.
Sumber: Wafa







