Selasa (25/1), menandai 25 hari boikot yang dilakukan oleh setidaknya 500 tawanan administratif Palestina terhadap Pengadilan Militer Israel sebagai bentuk protes atas penawanan mereka yang tanpa batas waktu, dakwaan, dan pengadilan.
Di antara 500 tawanan tersebut, terdapat 3 anak di bawah umur dan seorang perempuan tawanan.
Sejak Maret 2002 tercatat jumlah tawanan administratif tidak pernah kurang dari 100 orang. Sementara itu, sepanjang 2021, Israel telah mengeluarkan 1.595 perintah penahanan administratif. Hal ini jauh melampaui laporan pada 2020, yaitu sebanyak 1.114 perintah.
Direktur Asosiasi Dukungan Tawanan dan Hak Asasi Manusia Addameer, Sahar Francis, mengatakan bahwa aksi boikot tersebut dilakukan setelah banyak upaya telah diusahakan demi melawan strategi penahanan tanpa alasan dan illegal di bawah hukum internasional.
Sumber :
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.







