JAKARTA-Setetes air adalah sesuatu yang sangat berharga di tengah krisis yang terjadi di Gaza saat ini. Genosida telah menghancurkan infrastruktur penyedia air di Gaza, membuat banyak orang tidak bisa mengakses air bersih. Untuk mencukupi kebutuhan air bersih di Gaza, pada 22 April 2025, Sahabat Adara melalui Adara Relief International membangun sumur yang memberi manfaat bagi 1.000 orang di Kamp Ash Shati kota Gaza.

Air yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar setiap makhluk hidup kini harganya sangat mahal di Gaza. Penghancuran infrastruktur dan blokade ketat telah membuat air bersih menjadi sangat langka. Setiap harinya, seluruh warga Gaza, termasuk anak-anak, harus berjalan jauh untuk bisa menemukan sumber air bersih agar bisa memenuhi kebutuhan keluarga mereka.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) memperingatkan bahwa saat ini, 96 persen rumah tangga di Gaza telah mengalami krisis air. Nyaris semua orang di Gaza tidak bisa mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, bahkan terpaksa meminum air hujan atau air laut, juga memanfaatkan air apapun yang mereka bisa temukan untuk memenuhi kebutuhan mereka, meski beresiko terkontaminasi penyakit.
Untuk mencukupi kebutuhan air bersih di Gaza, pada 22 April 2025, Sahabat Adara melalui Adara Relief International membangun sumur yang memberi manfaat bagi 1.000 orang di Kamp Ash Shati di Gaza. Dengan hadirnya sumur ini, ribuan warga Gaza tidak perlu berjalan jauh setiap harinya untuk mencari air bersih untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.


Sumur ini merupakan sumur perdana yang dibangun oleh Adara sejak agresi Oktober 2023. Proses pembangunan sumur dimulai sejak awal bulan Juni 2025, dengan izin Allah, proses pembangunan bisa berlangsung lebih cepat dari perkiraan. Hanya dalam kurun waktu dua pekan sumur sudah bisa digunakan oleh para pengungsi yang berada di sekitar lokasi, dimana para pengungsi ini berasal dari utara dan selatan Gaza. Sumur dibangun dengan kedalaman 31 meter dengan diameter 8 inci, selain itu sumur juga dilengkapi pompa air yang memiliki daya pompa cukup besar yaitu sekitar 2.237 watt.


Terima kasih Sahabat Adara dan masyarakat Indonesia yang telah peduli pada kondisi saudara-saudara kita di Gaza. Bagi mereka, satu tetes air sangatlah berharga di tengah krisis yang berlangsung akibat genosida. Satu sumur yang dibangun di Gaza, telah menjaga ribuan saudara kita dari derita akibat dahaga.








