JAKARTA-Serangan Israel telah membuat nyaris seluruh wilayah di Gaza telah hancur dan hanya menyisakan puing-puing. Selama dua tahun genosida, Israel telah menghancurkan banyak fasilitas di Gaza, termasuk sekolah, rumah sakit, juga lahan-lahan pertanian. Karena kebanyakan lahan pertanian di Gaza telah dihancurkan, maka Adara berusaha memenuhi kebutuhan sayuran penduduk Gaza dengan menyalurkan paket bantuan sayuran. Bantuan tersebut disalurkan pada 22 Juli 2025 dan telah memberi manfaat bagi 100 keluarga di Gaza.

Berdasarkan laporan dari Relief Web, citra satelit terbaru menunjukkan bahwa 86 persen lahan pertanian di Jalur Gaza telah rusak sementara sebagian besar lahan pertanian yang tersisa tidak dapat diakses. Dengan kata lain, hanya 1,5 persen lahan pertanian Gaza yang saat ini dapat diakses dan tidak rusak. Akan tetapi, untuk mengolah lahan pertanian saat ini, penduduk Gaza menghadapi banyak kesulitan.
Genosida yang telah berlangsung telah membuat penduduk Gaza kehilangan akses terhadap kebutuhan-kebutuhan dasar, termasuk air bersih. Oleh sebab itu, sangat sulit bagi penduduk Palestina untuk bisa mengolah lahan pertanian dan menanam sayuran sendiri untuk dikonsumsi. Selain itu, mengolah lahan di wilayah terbuka juga sangat beresiko karena kapan saja mereka bisa menjadi sasaran serangan pasukan Israel.


22 bulan genosida telah membuat Gaza didominasi puing-puing, mengubah kota yang tadinya penuh warna menjadi kelam dan kelabu. Oleh sebab itu, pada 22 Juli 2025, Adara Relief International menyalurkan paket sayuran untuk keluarga-keluarga di Jalur Gaza. Merah dari tomat, hijau dari timun, ungu dari terong, dan sayuran berwarna-warni lainnya telah memberi manfaat bagi 100 keluarga yang tinggal di tenda-tenda pengungsian di Gaza.



Di tenda-tenda pengungsian, anak-anak, perempuan, dan semua orang yang menerima bungkusan berisi sayuran tersenyum ceria. Setelah sekian lama tidak bisa mengkonsumsi sayuran akibat genosida dan blokade, kini mereka kembali bisa merasakannya. Terima kasih Sahabat Adara, paket sayuran dari Sahabat Adara telah memberikan warna di tengah kelamnya penjajahan yang berlangsung di Jalur Gaza.








