Dr. Louisa Baxter, pimpinan operasi unit Kesehatan Darurat Save the Children di Gaza, menekankan situasi yang mengerikan bagi anak-anak, dan mencatat bahwa penyakit umum kini mengancam jiwa karena “malnutrisi, kekurangan air, dan tidak adanya obat-obatan.”
Ia menuding pemerintah Israel melakukan kejahatan itu dengan sengaja dan berulang kali menghalangi bantuan kemanusiaan untuk masuk ke Gaza.
“Tidak ada tempat yang aman di Gaza,” katanya, seraya menambahkan bahwa risiko perpisahan, cedera, penyakit, dan kematian turut meningkat seiring dengan dikeluarkannya perintah pengungsian.
Mengutip laporan anak-anak yang dibebaskan dari tahanan militer Israel, ia berkata, “Anak-anak ini melaporkan kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan. Mereka melaporkan tidak diberi makan, dipukuli, dan diserang anjing. Mereka melaporkan melihat orang tua mereka ditelanjangi dan dipukuli di depan mereka.”
Baxter menekankan bahwa anak-anak tersebut tengah berjuang menghadapi trauma yang mendalam.
Ia mengatakan bahwa munculnya kembali polio di Gaza, terkait dengan penghancuran infrastruktur air dan sanitasi oleh Israel serta pemblokiran air bersih, merupakan masalah kritis lainnya.
“Polio menyebar di Gaza dan tidak akan terlihat di gerbang pemeriksaan di Kerala atau meja bea cukai di Bandara Ben Gurion,” katanya memperingatkan, menyoroti ancaman regional yang lebih luas.
Ia menyerukan akses kemanusiaan yang segera dan tanpa hambatan, “Kita tidak memerlukan negosiasi atau izin khusus untuk membawa pasokan medis yang dapat menyelamatkan nyawa warga sipil.”
Ia juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menegakkan gencatan senjata dan memastikan akses kemanusiaan penuh,, “Jika pihak-pihak yang berkonflik tidak dapat menyetujui dan melaksanakan gencatan senjata, maka DK PBB dan negara-negara anggotanya harus menuntut dan menegakkannya, termasuk dengan mengadopsi langkah-langkah untuk menahan transfer senjata kepada Pemerintah Israel dan kelompok-kelompok bersenjata Palestina.”
“Kita secara kolektif telah mengecewakan anak-anak Gaza selama 320 hari,” tambahnya.
Sumber: https://www.aa.com.tr
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








