Selama bertahun-tahun, seluruh dunia telah menyadari bahwa perempuan Palestina di setiap waktu dan tempat mampu meninggalkan jejak kesuksesan, keistimewaan, dan kreativitas di berbagai bidang. Salah satunya adalah Sarah Abu Rashid, yang berhasil mendapatkan beasiswa dari sejumlah besar universitas di Amerika Serikat.
Sarah Abu Rashed (23), adalah perempuan Palestina yang pindah bersama keluarganya dari Kamp Yarmouk di Suriah ke Amerika. Ia berasal dari keluarga yang terusir akibat Nakba 1948 dan harus mengungsi dari rumah mereka menuju kamp-kamp yang menampung pengungsi Palestina.
Ia mengatakan bahwa kehidupannya di Kamp Yarmouk sangat indah, seolah-olah itu adalah miniatur Palestina. Setiap orang berbagi sejarah, kenangan, dan adat istiadat yang sama. Lebih dari 90% penghuni kamp adalah orang Palestina, sehingga lingkungannya membangun kebiasaan, makanan, dan dialek Palestina. Ia belajar di sekolah UNRWA. Perjalanan imigrasi Sarah ke Amerika agak lebih mudah karena kehadiran keluarga ibunya di Amerika sejak tahun delapan puluhan di negara bagian Ohio.
Di tingkat sekolah menengah, Sarah mengajukan aplikasi untuk masuk ke universitas dan mendapat tawaran beasiswa dari beberapa universitas, di antaranya: Capital University, Otterbein University, Toledo University, dan Ohio Wesleyan University. Pada akhirnya, Sarah memilih untuk meraih gelar sarjananya di Universitas Denison dengan beasiswa penuh, yaitu universitas swasta dengan premi 60 ribu dolar per tahun di Ohio. Setelah lulus, ia memutuskan pindah ke Michigan State dan belajar lagi untuk mendapatkan gelar master di University of Michigan, universitas negeri tertinggi ketiga di Amerika.
Tak hanya berprestasi di bidang akademik, Sarah juga merupakan seorang penulis dan penyair. Ia mulai menulis sejak usianya enam tahun, di bawah pengaruh dan bimbingan neneknya yang sangat mencintai puisi. Sejak pindah ke Amerika, Sarah mulai menulis puisi dalam bahasa Inggris serta belajar melafalkannya. Ia menerbitkan puisi di beberapa majalah Amerika dan dalam kurikulum sekolah menengah Amerika.
Sarah sering diundang ke banyak konferensi di tingkat Amerika dan pernah berpartisipasi dalam konferensi demokrasi di Yunani. Saat ini, ia menulis sebuah drama berjudul A Map of Me, yang menceritakan tentang kisah migrasi keluarganya dari Haifa ke Suriah dan kemudian ke Amerika. Ia juga sedang mengejar gelar master dalam penulisan kreatif dan puisi di University of Michigan. Ia mengatakan inspirasi pertamanya adalah ibu dan neneknya, yang ia katakan sebagai perempuan Palestina yang kuat. Sarah mengaku bangga menjadi perempuan Palestina dan ingin menjadi panutan bagi pemuda-pemudi muslim di seluruh dunia.
Sumber:
http://www.womenfpal.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








