Seorang pemuda Palestina-Amerika, Saif al-Din Kamel Abdul Karim Musallet (21 tahun), terbunuh setelah dikeroyok secara brutal oleh sekelompok pemukim Israel di Kota Sinjil, utara Ramallah, wilayah Tepi Barat yang diduduki. Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi bahwa Musallet dipukuli hingga tewas dalam serangan yang terjadi pada Jumat lalu (12/7).
Musallet, yang berasal dari Kota Al-Mazraa Al-Sharqiya dan lahir di Florida, Amerika Serikat, diketahui datang ke Palestina pada Juni lalu untuk mengunjungi keluarga dan terlibat dalam aksi damai melawan pembangunan pos pemukim ilegal. Saat itu, ia bersama sekelompok warga Palestina dan aktivis internasional menuju kawasan Khirbet al-Tell di Jabal al-Batin untuk membongkar pos ilegal yang baru dibangun di atas tanah Palestina.
Namun, di tengah perjalanan, rombongan tersebut disergap oleh sekelompok pemukim bersenjata. Sedikitnya 10 warga Palestina terluka, termasuk yang mengalami patah tulang dan memar serius. Salah seorang aktivis bahkan dilaporkan ditabrak oleh mobil pemukim. Dalam serangan tersebut, dua ambulans juga dirusak, kacanya dipecahkan dan akses medis dihalangi.
Keluarga Musallet menyatakan bahwa paramedis dicegah memberikan pertolongan pertama kepada korban. Saudaranya yang lebih muda sempat membopong tubuh Musallet ke ambulans, namun ia meninggal sebelum sempat dibawa ke rumah sakit. Dalam pernyataan yang dikutip oleh Haaretz, keluarga korban meminta Departemen Luar Negeri AS memimpin investigasi segera dan memastikan para pelaku diadili.
Musallet dikenang sebagai pemuda yang baik hati, pekerja keras, penuh ambisi, dan memiliki keterikatan mendalam dengan tanah leluhurnya di Palestina. Sementara itu, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa pihaknya telah mengetahui laporan terkait kematian seorang warga negara Amerika di Tepi Barat, namun enggan memberikan keterangan lebih lanjut dengan alasan menghormati privasi keluarga korban.
Serangan terhadap Musallet terjadi di tengah gelombang kekerasan pemukim Israel yang semakin brutal di Tepi Barat, dengan dukungan dari militer Israel. Pada hari yang sama, kekerasan juga dilaporkan terjadi di berbagai wilayah lain: di Al-Khalil (Hebron), pemukim menyerang rumah-rumah warga di Desa Susiya; di Betlehem dan Wadi Sa’ir, mereka merusak rumah-rumah dan melukai beberapa warga, termasuk seorang anak perempuan berusia tiga tahun yang kepalanya terkena lemparan batu.
Lembaga-lembaga hak asasi manusia memperingatkan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari kampanye sistematis untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka dan memperluas permukiman ilegal dengan jalan kekerasan. Serangan brutal terhadap Saif Musallet menjadi simbol kekejaman sistematis yang kini terjadi hampir tanpa konsekuensi hukum di wilayah pendudukan.
Sumber:
https://qudsnen.co/family-of-palestinian-american-killed-in-israeli-settler-attack-in-west-bank-urges-us-investigation/
https://qudsnen.co/israeli-settlers-lynch-palestinian-american-man-beat-him-to-death-in-west-bank/








