• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Kamis, Februari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Saat Permukiman Israel Menghijau, Warga Palestina Menderita Krisis Air

by Adara Relief International
Agustus 22, 2023
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Saat Permukiman Israel Menghijau, Warga Palestina Menderita Krisis Air
22
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Warga Palestina di Tepi Barat menghadapi krisis air yang parah karena Israel menguasai sebagian besar sumber daya air di wilayah itu. Selain itu, Israel memasok air dengan volume tidak merata antara permukiman Yahudi dan kota-kota serta desa-desa Palestina. 

Situasi yang sama juga terjadi di Lembah Yordan. Warga Palestina di sana mengatakan mereka hampir tidak bisa mendapatkan cukup air untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, apalagi mengairi lahan pertanian dan peternakan mereka.

Menurut perjanjian perdamaian sementara tahun 1990-an, Israel menguasai 80% cadangan air Tepi Barat, sementara Otoritas Palestina (PA) menyediakan air ke kota-kotanya dengan menyadap sisa waduk dan membeli air dari perusahaan milik Israel. Namun, PA tidak memiliki akses ke 60% Tepi Barat yang berada di bawah kendali penuh sipil Israel, yang mencakup sebagian besar Lembah Yordan. Padahal, daerah itu adalah rumah bagi banyak petani Palestina yang bergantung pada air untuk penghidupan mereka.

Baca Juga

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Israel Akan Tetapkan Tanah di Tepi Barat sebagai “Milik Negara”

Warga Palestina mengatakan bahwa Israel telah mengurangi pasokan air ke kota dan desa mereka dalam beberapa tahun terakhir, terutama selama bulan-bulan musim panas. Sementara warga Palestina menderita, Israel terus menyediakan air yang berlimpah bagi 500.000 pemukim Yahudi yang tinggal di Tepi Barat.  Jelaslah bahwa Israel menggunakan air sebagai alat untuk menekan warga Palestina agar meninggalkan tanah mereka dan memberi jalan bagi lebih banyak permukiman.

Saat Permukiman Israel Menghijau, Warga Palestina Menderita Krisis Air

Pengeringan Air dan Ancaman Kedaulatan Palestina

Israel menyangkal adanya motif politik di balik aturan distribusi airnya. Israel mengatakan bahwa mereka mengalokasikan air sesuai dengan kuota dan pertimbangan teknis yang disepakati.  Mereka justru menyalahkan PA karena salah mengelola sumber daya airnya sendiri dan gagal berinvestasi dalam infrastruktur dan pemeliharaan.

COGAT, badan Israel yang berhubungan dengan Palestina dalam urusan sipil, membantah adanya pengurangan aliran air. Mereka mengatakan bahwa “pasokan terus berlanjut sesuai dengan kesepakatan.” Namun, pasokan keseluruhan menyusut karena tuntutan kebutuhan masyarakat Israel dan Palestina melebihi pengisian alami.  

Di sebagian besar Tepi Barat, tempat Israel mempertahankan kontrol sipil dan keamanan penuh, warga Palestina hampir tidak memungkinkan untuk mendapat izin menggali atau memperdalam sumur tanpa izin. Sementara itu menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, sejak 2021, otoritas Israel telah menghancurkan hampir 160 waduk Palestina serta jaringan pembuangan limbah dan sumur di Tepi Barat dan Al-Quds.

Selama paruh pertama tahun 2023, pihak berwenang merobohkan instalasi air Palestina dalam jumlah yang hampir sama seperti yang mereka lakukan pada tahun 2022. 

Tidak seperti negara tetangga Yordania dan negara-negara Timur Tengah lainnya yang gersang, Israel memiliki banyak air. Dengan jaringan desalinasi terkemuka di dunia dan air limbah daur ulang. Israel tidak lagi bergantung pada cadangan bawah tanah seperti yang terjadi setelah pertama kali merebut Tepi Barat, Yerusalem, dan Jalur Gaza dalam perang Timur Tengah 1967.

“Motivasi utama tindakan Israel bukan lagi tentang air, tetapi tentang politik,” kata Jan Selby, pakar masalah air dan politik di Universitas Sheffield. Jaringan air Israel digunakan tidak hanya untuk memberi daya pada permukiman–yang dianggap ilegal oleh sebagian besar masyarakat internasional–tetapi juga untuk mengairi kebun anggur dan kebun zaitun yang melimpah di pos terdepan Yahudi yang dibangun di atas tanah Palestina. 

“Budidaya pertanian adalah cara yang jauh lebih efektif untuk merebut tanah daripada konstruksi,” kata Dror Etkes,  peneliti anti-permukiman. 

Bagi Ibrahim Sawafta, Anggota Dewan Desa Palestina Bardala di Lembah Yordan utara, alokasi air Israel telah menjadi permainan zero-sum: kelangkaan air Palestina adalah hasil dari kemakmuran permukiman Israel. Selama bertahun-tahun, dia menyaksikan desanya menyusut karena sumber airnya yang mengering, membuat rasa kurma menjadi hambar dan memaksa petani untuk merelakan kebun jeruk dan pisang mereka.

Belasan keluarga petani baru-baru ini meninggalkan Bardala menuju kota utara yang memiliki lebih banyak air. Sementara itu, petani yang lain telah menukar ladang mereka untuk pekerjaan dengan gaji lebih baik di pertanian yang subur di permukiman Israel. “Mereka tidak ingin kami menjadi petani,” kata Sawafta tentang otoritas Israel.  “Mereka tidak ingin kami mandiri.”

Sumber:

https://daysofpalestine.ps

https://www.republika.id

https://internasional.republika.co.id

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها

Tags: AirPalestinaUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Puluhan Ribu Penduduk British Columbia Terpaksa Mengungsi Akibat Kebakaran Hutan 

Next Post

Setelah Menuduhnya sebagai Kriminal, Polisi Israel “Ukir” Gambar Bintang Daud di Wajah Pria Palestina

Adara Relief International

Related Posts

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup
Berita Kemanusiaan

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

by Adara Relief International
Februari 19, 2026
0
23

Untuk tahun ketiga berturut-turut, Jalur Gaza menyambut Ramadan di tengah genosida terang-terangan dan konsekuensi kemanusiaan serta ekonomi yang belum pernah...

Read moreDetails
Israel Akan Tetapkan Tanah di Tepi Barat sebagai “Milik Negara”

Israel Akan Tetapkan Tanah di Tepi Barat sebagai “Milik Negara”

Februari 19, 2026
16
Hanya 29% Kepatuhan Israel yang Tercatat dalam Pembukaan Penyeberangan Rafah

Hanya 29% Kepatuhan Israel yang Tercatat dalam Pembukaan Penyeberangan Rafah

Februari 19, 2026
17
Dewan Perdamaian Janjikan $5 Miliar untuk Rekonstruksi Gaza

Dewan Perdamaian Janjikan $5 Miliar untuk Rekonstruksi Gaza

Februari 19, 2026
15
Indonesia Akan Kirim 1.000 Tentara ke Gaza pada Bulan April

Indonesia Akan Kirim 1.000 Tentara ke Gaza pada Bulan April

Februari 19, 2026
21
Israel Tangkap 22.000 Warga Tepi Barat Sejak Awal Genosida

Israel Tangkap 22.000 Warga Tepi Barat Sejak Awal Genosida

Februari 13, 2026
25
Next Post
Setelah Menuduhnya sebagai Kriminal, Polisi Israel "Ukir" Gambar Bintang Daud di Wajah Pria Palestina

Setelah Menuduhnya sebagai Kriminal, Polisi Israel "Ukir" Gambar Bintang Daud di Wajah Pria Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630