Direktur Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza, Dr. Mohamed Abu Salmiya, mengungkapkan bahwa rumah sakit di Gaza telah kehilangan sekitar 40 persen pasien gagal ginjal akibat kelangkaan pasokan medis.
“Saat ini hanya tersedia tiga tempat tidur perawatan intensif untuk pasien gagal ginjal di Gaza utara, serta 20 mesin cuci darah. Padahal, sejak gencatan senjata dimulai, ratusan ribu pengungsi telah kembali dari wilayah selatan ke utara Jalur Gaza,” jelas Dr. Abu Salmiya dalam pernyataannya pada Ahad (16/02).
Selain itu, banyak pasien di ruang perawatan intensif dan bayi prematur kehilangan nyawa akibat kekurangan tabung oksigen. Dokter Abu Salmiya menekankan bahwa Israel terus menghalangi implementasi protokol kemanusiaan dalam perjanjian gencatan senjata, sehingga menghambat pasokan obat-obatan, peralatan medis, dan perlengkapan rumah sakit yang sangat dibutuhkan dan mendesak untuk segera dikirim ke Gaza.
Rumah sakit di Gaza juga menghadapi krisis oksigen yang parah setelah tentara Israel menghancurkan 10 stasiun oksigen sentral dalam genosida yang berlangsung sejak Oktober 2023.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








