JAKARTA-Dalam hitungan hari, Idul Fitri akan segera tiba, dan umat Islam dari seluruh dunia menyambutnya dengan sukacita. Akan tetapi, di tengah kebahagiaan dunia menyambut Idul Fitri, warga Gaza justru semakin menderita akibat genosida dan blokade yang mengakibatkan terbatasnya kebutuhan pokok, termasuk makanan. Oleh sebab itu, untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka, Adara menyalurkan makanan berbuka puasa pada tanggal 22 Maret 2025 (22 Ramadhan 1446 H) kepada 2.400 warga Gaza di Masjid Abdurrahman bin ‘Auf-Samira, Distrik Tel Al Hawa, Gaza Utara.

Ketika bulan Ramadhan telah memasuki sepuluh hari terakhir, di Indonesia biasanya suasana Idul Fitri perlahan mulai akan terasa. Selain memaksimalkan ibadah dengan melakukan i’tikaf di masjid, biasanya orang-orang juga mulai merapikan atau mendekorasi rumah mereka, juga memasak berbagai macam jenis kue dan hidangan yang akan disajikan saat Idul Fitri. Akan tetapi, sepuluh hari terakhir Ramadhan di Gaza tidaklah seindah itu.
Di Gaza, masjid-masjid telah dihancurkan oleh Zionis, hanya menyisakan puing-puing yang telah rata dengan tanah. Karena masjid-masjid telah hancur, warga Gaza hanya bisa beribadah di tenda pengungsian atau di sekolah-sekolah yang dialihfungsikan menjadi tempat penampungan, sebab rumah mereka juga telah dihancurkan. Beribadah di tempat penampungan yang penuh sesak tidaklah nyaman, dan kesulitan mereka diperparah dengan keterbatasan air untuk bersuci serta bisingnya suara ledakan bom yang silih berganti dijatuhkan Israel di berbagai lokasi di Gaza.
Menjelang Idul Fitri di Gaza, jangankan membuat hidangan khas Idul Fitri, bahkan untuk makan satu kali sehari saja warga Gaza sangat kesulitan. Bahan makanan pokok tertahan di perbatasan karena tidak diizinkan masuk oleh Israel, dan pabrik roti yang menjadi makanan utama di Gaza kebanyakan telah dihancurkan oleh bom Israel. Anak-anak di Gaza semakin banyak yang kekurangan gizi akibat kekurangan makanan, bahkan tak sedikit yang meregang nyawa akibat kelaparan.
Sepuluh hari terakhir Ramadhan seharusnya menjadi waktu yang penuh dengan keutamaan dan keberkahan bagi setiap umat Muslim. Oleh karena itu, Adara ingin agar warga Gaza juga turut merasakan indahnya malam-malam terakhir di bulan Ramadhan tanpa menderita akibat kelaparan. Untuk berbagi kebahagiaan di pekan terakhir Ramadhan ini, Adara menyalurkan makanan berbuka puasa kepada 2.400 warga Gaza di Masjid Abdurrahman bin ‘Auf-Samira, Distrik Tel Al Hawa, Gaza Utara.


Dengan membagikan makanan berbuka puasa berupa nasi dan lauk, Adara berharap makanan tersebut akan menjadi berkah, sebab memberikan warga Gaza kekuatan untuk beribadah secara maksimal di malam-malam terakhir Ramadhan. Paket makanan berbuka puasa ini tidak akan tersedia tanpa adanya uluran tangan dari Sahabat Adara yang tidak pernah lelah untuk peduli dan membantu saudara-saudara kita di Gaza. Terima kasih Sahabat Adara. Semoga makanan yang Sahabat Adara berikan untuk saudara-saudara kita menjadi kekuatan bagi mereka untuk beribadah dan mempertahankan tanah air Palestina hingga merdeka.








