Masjid Al-Aqsa kembali menjadi sasaran pelanggaran setelah lebih dari 5.411 pemukim Israel memasuki kompleks suci tersebut dalam sepekan terakhir. Menurut sumber-sumber di Al-Quds (Yerusalem) peningkatan pelanggaran di Masjid Al-Aqsa terjadi bertepatan dengan peringatan yang mereka sebut sebagai “kehancuran Bait Suci”.
Selama aksi tersebut, para pemukim melakukan berbagai provokasi. Mereka menjalankan ritual Talmud, mengibarkan bendera Israel di bagian timur kompleks, serta memasuki area Masjid Al-Aqsa di bawah perlindungan kepolisian Israel.
Baca juga: “Gegap Gempita Piala Dunia 2026 yang Menyilaukan Mata Dunia dari Kondisi Rakyat Palestina”
“Hari Pengungsi Sedunia dan Penderitaan Pengungsi Palestina yang Tenggelam dalam Gejolak Timur Tengah”
Sementara itu, pasukan Israel memperketat pembatasan terhadap jemaah Muslim. Petugas memeriksa identitas, mengintimidasi, dan membatasi akses warga yang hendak beribadah di Masjid Al-Aqsa.
Menurut sumber Palestina, Masjid Al-Aqsa hampir setiap hari mengalami penggerebekan oleh pemukim, kecuali pada Jumat dan Sabtu. Aksi itu berlangsung dengan pengawalan aparat Israel dan merupakan bagian dari upaya mengubah status kawasan suci tersebut melalui pembagian waktu serta ruang ibadah.
Otoritas Palestina berulang kali memperingatkan bahwa meningkatnya pelanggaran di Masjid Al-Aqsa berpotensi memperburuk ketegangan di Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur) yang diduduki dan memicu eskalasi ketegangan di kawasan.
Sumber: Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)