Pusat Studi Politik dan Pembangunan (Centre for Political and Development Studies) mengumumkan pada Selasa bahwa lebih dari 14.000 orang di Gaza masih hilang, termasuk 2.000 hingga 3.000 yang diduga telah “dihilangkan” oleh Layanan Penjara Israel. Menurut laporan dari Palestinian Information Centre, keberadaan mereka dalam sistem penjara Israel masih belum jelas.
Sebagian besar orang yang hilang diyakini berada di bawah reruntuhan atau terjebak di wilayah yang diblokade oleh pasukan pendudukan Israel. Pihak Israel juga memberlakukan pembatasan yang menghambat pendokumentasian jumlah korban secara akurat serta menghalangi tim penyelamat untuk mencapai para korban.
Pusat studi tersebut menyerukan tekanan internasional terhadap Israel agar mengizinkan tim kemanusiaan menjangkau wilayah terdampak. Selain itu, diperlukan peningkatan pendokumentasian melalui uji forensik dan uji DNA guna mengidentifikasi korban. Koordinasi internasional antara organisasi hak asasi manusia juga diperlukan untuk mendokumentasikan pelanggaran dan meminta pertanggungjawaban pejabat Israel. Dukungan psikologis dan sosial bagi keluarga korban pun menjadi hal yang mendesak.
Sementara itu, seorang tawanan Palestina dari Gaza, Rafat Adnan Abu Fannanah (34), dilaporkan meninggal dalam penjara Israel. Menurut Komisi Urusan Tawanan dan Masyarakat Tawanan Palestina, Abu Fannanah ditangkap pada 7 Oktober 2023 dalam kondisi terluka dan ditahan di Penjara Ayalon sebelum dipindahkan ke Pusat Medis Shamir di tenggara Tel Aviv, tempat ia dinyatakan meninggal.
Dengan kematiannya, jumlah tawanan Palestina yang meninggal dalam penjara Israel sejak Oktober 2023 meningkat menjadi 60 orang, termasuk 39 dari Gaza. Sejak Israel mulai menduduki Tepi Barat dan Gaza pada 1967, sedikitnya 297 tawanan Palestina telah meninggal dalam tahanan.
Lebih dari 10.000 warga Palestina masih mendekam di penjara-penjara Israel. Jumlah ini belum termasuk ribuan orang yang ditangkap dari Gaza, yang angka pastinya masih belum diketahui.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








