Reporter Khusus PBB tentang Hak Perumahan yang Layak, Balakrishnan Rajagopal, mengkritik metode pendistribusian bantuan kemanusiaan di Gaza, menggambarkannya sebagai tindakan “sadis.”
Dalam sebuah posting di X, ia menunjukkan foto dan video distribusi bantuan kepada warga sipil di Gaza pada Selasa (27/05). Reporter PBB itu mengatakan “Saya kehilangan kata yang dapat menggambarkan ‘pengiriman bantuan’ di Gaza, selain sadis. Kejahatan AS-Israel kini menggunakan pengiriman bantuan untuk mempermalukan, membunuh dan menyiksa.”
Video yang ia unggah menunjukkan orang-orang yang mengantre di daerah tempat di Rafah, Gaza selatan, menunggu di bawah sinar matahari selama berjam-jam, dan menjadi target penyerangan.
Pada hari Selasa, ribuan warga Palestina yang kelaparan menyerbu pusat-pusat distribusi bantuan yang didirikan oleh Israel di lokasi yang disebut “zona penyangga” di Jalur Gaza selatan. Tentara Israel kemudian mengintervensi dan menembaki mereka, melukai beberapa orang, menurut kantor media pemerintah di Gaza.
Israel dengan sengaja membuat orang kelaparan, dalam persiapan untuk pemindahan paksa, menurut PBB. Israel telah mendorong 2,4 juta warga Palestina ke jurang kelaparan dengan menutup penyeberangan Jalur Gaza untuk bantuan kemanusiaan, terutama makanan, sejak 2 Maret.
Tel Aviv telah mengecualikan PBB dan organisasi bantuan internasional dan malah menugaskan Yayasan Kemanusiaan Gaza yang didukung Israel-Amerika. Hal ini ditolak oleh PBB, karena mereka mendistribusikan bantuan yang sangat sedikit di Jalur Gaza selatan dengan tujuan untuk memaksa warga Palestina mengevakuasi dan mengosongkan wilayah utara.
Namun, rencana Israel itu telah gagal, setelah kerumunan warga Palestina yang kelaparan dan putus asa menyerbu sebuah pusat distribusi bantuan di Jalur Gaza selatan. Tentara Israel menembaki mereka, melukai beberapa dari mereka, menurut kantor media di Gaza, yang mengatakan kekacauan itu terjadi akibat kesalahan pendistribusian dari lembaga itu sendiri.
Sumber: https://www.#/20250528-un-rapporteur-method-of-delivering-humanitarian-aid-in-gaza-is-sadistic/







