Seorang remaja Palestina berusia 18 tahun ditembak mati oleh pasukan Israel di dalam permukiman ilegal Israel di Ariel, barat laut Salfit, menyusul dugaan serangan penusukan, kata Kementerian Kesehatan Palestina, menurut laporan yang dikeluarkan oleh Komite Urusan Sipil. Mohammed Murad Souf (18), dari Desa Haris Salfit, ditembak mati karena diduga melakukan serangan penikaman di dalam permukiman tersebut hingga menewaskan tiga pemukim.
Pasukan dilaporkan menyerbu Desa Haris setelah serangan penusukan. Kepala Dewan Desa Haris, Omar Samara, mengatakan bahwa pasukan Israel dikerahkan secara intensif di pintu masuk barat desa, sebelum menyerbu desa dan mengepung daerah Tal. pasukan Israel menggerebek rumah keluarga Souf, mengunci penghuninya, termasuk anak-anak, di dalam dua kamar. Pasukan memborgol mereka menggunakan borgol plastik dan menginterogasi mereka selama lebih dari empat jam, menyebabkan bentrokan dengan penduduk desa. Pasukan juga menahan dua sepupu Souf, yang berusia 16 dan 21 tahun sebelum menarik pasukannya dari desa tersebut.
Pasukan kemudian melakukan pengukuran rumah untuk menghancurkannya sebagai hukuman kolektif. Mereka juga menggerebek rumah paman Souf dan menyita rekaman kamera pengawas mereka. Seorang wanita lanjut usia dilaporkan dirawat di tempat kejadian setelah tersedak gas air mata yang ditembakkan oleh tentara di dekat rumahnya selama bentrokan.
Pasukan dilaporkan menutup pintu masuk desa dan menyatakannya sebagai zona militer tertutup. Kementerian mencatat bahwa jumlah warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel sejak awal 2022 telah mencapai 198 orang, termasuk 52 orang di Jalur Gaza.
Sumber:
https://english.wafa.ps
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








